Ngobrol Santai Bareng Jokowi, Khofifah Bahas Dampak Perang Dagang China-AS ke Jatim

Photo Author
- Rabu, 16 April 2025 | 17:19 WIB
Potret Khofifah Indar Parawansa - Gubernur Jawa Timur (kominfo.jatimprov.go.id)
Potret Khofifah Indar Parawansa - Gubernur Jawa Timur (kominfo.jatimprov.go.id)

INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambangi kediaman Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di Solo pada Selasa (15/4/2025).

Kunjungan ini dilakukan dalam suasana Lebaran sebagai bagian dari tradisi silaturahmi dan halalbihalal.

Namun, tak sekadar bermaaf-maafan, pertemuan itu juga diwarnai dengan diskusi serius soal isu global yang sedang hangat, yakni perang dagang antara China dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Kenapa Susunan Huruf di Keyboard Nggak Urut? Ini Jawabannya!

Khofifah menyebut pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang santai dan terbuka. Dalam perbincangan mereka, salah satu topik yang mencuat adalah kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari memanasnya hubungan dagang dua negara besar tersebut.

Menurutnya, efek dari perang tarif ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha di tingkat global, tapi juga mulai terasa hingga ke daerah, termasuk Jawa Timur.

Baca Juga: China Stop Beli Pesawat Boeing, Bikin Tegang Hubungan Dagang dengan AS Makin Panas

"Saya menyampaikan secara langsung kepada beliau bahwa kami di Jawa Timur tidak tinggal diam. Kami terus berkoordinasi dengan banyak pihak, terutama para pemilik perusahaan besar, agar bisa mengantisipasi dampak yang mungkin muncul," ungkap Khofifah kepada awak media setelah pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi personal dengan pelaku industri menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan yang Dimiliki Aminuddin dan Ina Dwi Lestari, Pemimpin Baru Probolinggo 2025-2030

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jatim termasuk memantau rantai pasok industri, stabilisasi harga bahan baku, hingga menjaga arus ekspor-impor yang terdampak oleh ketegangan antara dua negara adidaya tersebut.

Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam perdagangan internasional Indonesia, sehingga perlu respons cepat dan adaptif agar ekonomi regional tetap bisa tumbuh.

Baca Juga: Fantasi Kelam di Balik Jas Putih Dokter RSHS Bandung Tersangka Pemerkosaan Pasien

Momen silaturahmi ini menunjukkan bahwa komunikasi antara kepala daerah dan mantan kepala negara tetap terjalin hangat dan produktif.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X