Ancaman Tarif Baru AS Bikin Harga iPhone Bisa Melonjak Gila-Gilaan

Photo Author
- Senin, 7 April 2025 | 08:43 WIB
Apple Company (Foto : Investopedia)
Apple Company (Foto : Investopedia)

INSIBERNEWS - Apple, sang raksasa teknologi asal Cupertino, tampaknya sedang berada di ujung tanduk setelah kebijakan tarif terbaru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal April lalu.

Kebijakan yang berlaku untuk hampir 200 negara ini memberikan pukulan telak, terutama karena Vietnam dan China—dua negara kunci dalam rantai pasok Apple—masuk dalam daftar negara yang terdampak besar.

Baca Juga: Hadapi Tarif Baru AS, Indonesia Pilih Jalan Damai Lewat Diplomasi dan Dialog

Trump secara resmi menetapkan tarif baru hingga 46 persen untuk Vietnam dan 34 persen untuk China. Mengingat dua negara itu berperan penting dalam proses produksi dan perakitan produk Apple, lonjakan biaya produksi pun tak bisa dihindari.

Dalam situasi seperti ini, Apple harus mempertimbangkan berbagai langkah untuk tetap bertahan—termasuk kemungkinan terburuk: menaikkan harga produknya secara signifikan.

Baca Juga: Hadapi Arus Balik Mudik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol Guna Mudahkan Perjalanan Masyarakat

Analis dari Rosenblatt Securities, Barton Crockett, memprediksi bahwa Apple bisa menghadapi beban tarif hingga USD40 miliar jika situasi ini tidak segera berubah.

Dalam laporan analisnya yang dikutip dari Business Insider, Crockett memperkirakan bahwa agar perusahaan tetap mendapat margin keuntungan yang sehat, harga produk seperti iPhone bisa melonjak hingga 40 persen.

Ini tentu menjadi kabar kurang menyenangkan bagi para pengguna setia iPhone di seluruh dunia.

Baca Juga: Seorang Jurnalis Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Jakarta Barat, Polisi Selidiki Penyebabnya

Dampak dari kabar ini pun langsung terasa di lantai bursa. Saham Apple anjlok lebih dari delapan persen pada penutupan pasar pasca pengumuman kebijakan tarif Trump—angka penurunan harian terbesar yang dialami Apple dalam lima tahun terakhir.

Ketidakpastian pasar dan potensi kenaikan harga produk membuat para investor waswas, sementara konsumen pun mulai bertanya-tanya: apakah iPhone generasi berikutnya akan jauh lebih mahal?

Baca Juga: Go Global! Minyak Telon Lokal UMKM Binaan BRI Sukses Ekspor ke Mancanegara

Kini, Apple dihadapkan pada pilihan sulit: apakah mereka akan mengorbankan margin keuntungan demi menjaga harga tetap stabil, atau memilih menaikkan harga demi menutup lonjakan biaya produksi.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X