INSIBERNEWS - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang juga merupakan mantan jurnalis, memberikan tanggapan terkait peristiwa yang dialami oleh Kantor Tempo.
Baru-baru ini, kantor Tempo menerima kiriman kepala babi, sebuah tindakan yang langsung dianggap sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers.
Peristiwa ini menambah daftar ancaman terhadap media yang selama ini berfungsi sebagai pilar demokrasi.
Pemimpin Tempo mengungkapkan bahwa kiriman kepala babi tersebut merupakan ancaman yang jelas terhadap kebebasan pers.
Bagi media yang berkomitmen untuk menyajikan informasi dengan objektif, kejadian semacam ini jelas sangat meresahkan.
Karena mengganggu proses jurnalistik dan menciptakan ketakutan di kalangan wartawan.
Baca Juga: RUU TNI Dinilai Kurang Sosialisasi, Menteri Hukum Supratman Tegas Bantah
Kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo bukan hanya simbol kekerasan.
Tetapi juga menunjukkan upaya untuk mengintimidasi dan menghalangi kebebasan pers yang selama ini dijaga dengan keras.
Meutya Hafid, yang memahami dunia jurnalistik dengan baik, mendorong pihak Tempo untuk melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib.
Baca Juga: Anggaran Pemeriksaan BPK Dipangkas hingga Rp657 miliar, Berpotensi Menambah Peluang Korupsi?
Ia menegaskan bahwa tindakan teror terhadap media harus dihadapi dengan langkah hukum yang tegas.
Artikel Terkait
Karoline Leavitt: Sejarah Baru sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih Termuda dan Kehidupan Pribadinya yang Penuh Warna
Lolly Bakal Balik Sekolah di Luar Negeri, Nikita Mirzani Ungkap Putrinya Gelar Konferensi Pers Minggu Depan
Keluarga Kim Sae Ron Buka Suara Dalam Konferensi Pers, Berikut Poin-poin Penting!
Adakan Konferensi Pers, Sri Mulyani Tegaskan Tidak Jadi Mundur dari Kabinet Merah Putih?
Kantor Tempo Terima Kiriman Kepala Babi, Pemimpin Nilai sebagai Teror Kebebasan Pers