INSIBERNEWS - Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi beri tanggapan mengenai tragedi penggerebekan judi sabung ayam.
Sebelumnya, sebuah tragedi terjadi di Kampung Karang Mani, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Ketika tiga anggota polisi tewas ditembak saat menggerebek arena judi sabung ayam.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Warna Cat Rumah yang Cocok untuk Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025
Tiga korban yang merupakan anggota Polsek Negara Batin adalah Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib.
Insiden ini menghebohkan masyarakat setempat, mengingat dugaan bahwa arena judi sabung ayam yang digerebek tersebut diduga milik anggota TNI.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (20/3/2025), Khairul Fahmi menyampaikan bahwa ada kompleksitas dalam kasus ini.
Terlebih karena adanya akses penggunaan senjata yang kemudian memicu terjadinya kekerasan.
“Ditambah lagi dengan akses mereka terhadap senjata, ini juga memicu kompleksitas persoalannya,” ujar Khairul Fahmi.
“Karena ada efek senjata, weapon effect ya memang memicu terjadinya kekerasan sebagai upaya menyelesaikan konflik,” lanjutnya.
Dari kasus ini kemudian publik menilai bahwa ada konflik antara polisi dengan TNI.
Artikel Terkait
Buntut Penerobosan Rapat RUU TNI, Sekuriti Hotel Fairmont Buat Laporan ke Polisi
YLBHI Nilai Seharusnya Laporan Penerobosan Rapat RUU TNI Tidak Diproses Polisi
Tiga Polisi Tewas Ditembak Warga Saat Grebek Judi Sabung Ayam, Ada Oknum TNI Terlibat
Terungkap Kronologi 3 Polisi yang Tewas Ditembak saat Gerebek Judi Sabung Ayam
Hasil Autopsi 3 Polisi yang Tewas saat Gerebek Judi Sabung Ayam: Terdapat Luka Tembak Fatal