INSIBERNEWS - Lukisan berjudul Tikus Garuda karya seniman Rokhyat sempat diturunkan lebih awal dari ruang pameran di Badri Gallery, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Karya yang awalnya dijadwalkan dipajang dalam pameran tunggal bertajuk Maestro dari 1 Januari hingga 18 Maret itu, hanya bisa dinikmati publik hingga 8 Februari.
Baca Juga: Baru Debut, Ian Hearts2Hearts Diterpa Isu Bullying, SM Entertainment Bungkam
Pemilik galeri sekaligus kurator, Badri, menegaskan bahwa keputusan tersebut murni atas pertimbangan internal demi faktor keamanan.
“Ini hasil diskusi saya dengan seniman. Tidak ada tekanan dari pihak luar sama sekali,” kata Badri. Ia menambahkan bahwa keputusan itu diambil untuk memastikan keamanan karya seni tersebut, bukan karena alasan lain.
Baca Juga: Didakwa 6 Tahun Penjara, Isa Zega Bantah Tuduhan Pencemaran Nama Baik Shandy Purnamasari
Menurutnya, sebuah karya seni harus dijaga dengan baik, terutama yang memiliki muatan simbolis atau makna mendalam yang berpotensi menimbulkan berbagai interpretasi.
Badri memastikan Tikus Garuda akan kembali dipamerkan setelah pihaknya meningkatkan keamanan di area display. Rencananya, lukisan tersebut akan kembali dipajang pada 26 Februari mendatang dengan pengamanan yang lebih ketat.
Baca Juga: Duel Gila! Barcelona vs Atletico Madrid Hujan Gol, Berakhir Imbang 4-4
“Kami menyesuaikan keamanan di ruang pameran dengan menambah jarak antara apresiasi karya dan pengunjung. Ini agar karya tetap bisa dinikmati, tapi juga terjaga,” ujarnya.
Sebagai kurator, Badri menilai bahwa lukisan ini memiliki makna yang kuat. Menurutnya, Garuda dalam karya tersebut tetap digambarkan sebagai sosok yang gagah dan kokoh, meskipun terdapat berbagai lapisan makna yang bisa ditafsirkan secara berbeda oleh setiap penikmat seni.
Baca Juga: Jalan Kaki ke Mekkah Jadi Tren Salah Satu Keuntungannya Karena Banyak Dapat Gift TikTok
“Saya melihat Garuda tetap tegar dan berwibawa, meski dalam interpretasi lebih dalam, ada unsur kritik dan kegelisahan yang ingin disampaikan oleh seniman,” jelasnya.
Keputusan menurunkan karya seni memang bukan hal biasa dalam dunia pameran, terutama jika menyangkut aspek interpretasi yang luas dari masyarakat.
Artikel Terkait
Diduga Menjiplak, Warganet Ramai Soroti Kemiripan Program Baru Meghan Markle dengan Pamela Anderson
Pertamina Bantah Isu Pertamax Oplosan, Pastikan BBM Sesuai Standar
Hati-Hati dengan Pinjaman Online Ilegal: OJK Ingatkan Risiko bagi Generasi Muda
Kejutan di Piala Jerman! Arminia Bielefeld Singkirkan Werder Bremen di Perempat Final
Duel Gila! Barcelona vs Atletico Madrid Hujan Gol, Berakhir Imbang 4-4
Jalan Kaki ke Mekkah Jadi Tren Salah Satu Keuntungannya Karena Banyak Dapat Gift TikTok
Pilu! Demi Keluarga dan Pengobatan, Nunung Rela Jual Aset dan Tinggal di Kosan
Tuai Pro dan Kontra! Isu Kedekatan dengan Desy Ratnasari, Ruben Onsu Pindah Agama?
Didakwa 6 Tahun Penjara, Isa Zega Bantah Tuduhan Pencemaran Nama Baik Shandy Purnamasari
Baru Debut, Ian Hearts2Hearts Diterpa Isu Bullying, SM Entertainment Bungkam