Tren Childfree Jadi Ancaman Pernikahan dan Kelahiran di Indonesia Menurun

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 13 September 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi childfree (Freepik )
Ilustrasi childfree (Freepik )

Fenomena childfree juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab penurunan tingkat kelahiran di dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Simak! Doa Terbaik yang Wajib Kamu Lakukan Setelah Sholat

Lantas, apa saja kira-kira faktor penyebab terjadinya tren childfree di Indonesia?

Berdasarkan Penelitian ‘Childfree di Indonesia' dari Akademisi Universitas Pelita Harapan pada Juni 2024, mengungkap berbagai faktor masyarakat Indonesia memilih pilihan hidup tersebut.

Finansial
Tingginya biaya hidup, menjadi salah satu faktor orang memilih childfree, ditambah lagi pengeluaran terbesar seorang anak adalah biaya pendidikan.

Pengaruh Budaya Barat
Pada era modern, banyak masyarakat yang menggemari budaya barat terutama generasi milenial dan generasi Z.

Salah satunya adalah budaya childfree ini. Sebab, gagasan tentang childfree dimulai dari budaya barat yang menerapkan ideologi liberal.

Baca Juga: Kenapa Ikan Aligator Gar Tak Boleh Dipelihara? : Insiden Kakek di Malang Dibui

Trauma Masa Lalu
Seseorang yang memiliki trauma masa lalu cenderung merasa 'takut' untuk menjadi orang tua.

Sebab, mereka khawatir akan memberikan perlakuan buruk terhadap anak mereka.

Selain itu, bagi orang yang mempunyai trauma masa lalu, tekanan sosial dan budaya di Indonesia yang 'sangat timur' merupakan beban emosional.
Tekanan tersebut dapat menambah rasa takut dan rasa tidak percaya diri mereka untuk mendidik anak secara sehat dan positif.***

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Jurnal Syntax, Independent UK, BPS, UNAIR, World Bank

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X