INSIBERNEWS — Dinamika di pucuk pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menjadi sorotan.
Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting memprediksi posisi Panglima TNI berpotensi mengalami pergantian setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Prediksi tersebut disampaikan Selamat dalam diskusi yang ditayangkan melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Selasa (6/10/2026).
Menurut Selamat, perkiraan tersebut muncul setelah dirinya mencermati pola perubahan di jajaran elite keamanan, termasuk pergantian Kapolri yang sebelumnya berlangsung setelah pertemuan politik antara Prabowo dan Megawati.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Pekerja, UU Pelindungan Ketenagakerjaan Akhirnya Resmi Disahkan
Ia kemudian mengaitkan pola tersebut dengan rencana pertemuan lanjutan Prabowo dan Megawati yang disebut tengah diupayakan berlangsung pada 17 Oktober 2026. Rencana pertemuan itu sebelumnya disampaikan sejumlah elite PDIP dan mendapat respons terbuka dari pihak Gerindra.
Selamat menilai momentum tersebut dapat menjadi salah satu titik yang perlu dicermati terkait arah kebijakan Presiden terhadap struktur pimpinan TNI.
Namun, ia menegaskan bahwa perkiraan mengenai pergantian Panglima TNI tersebut merupakan hasil analisis terhadap dinamika politik dan bukan keputusan resmi pemerintah.
Baca Juga: Buntut Tewasnya Siswa Kelas 2 SD Akibat Perundungan, Ratusan Wali Murid Geruduk Sekolah di Pemalang
Rotasi Pati TNI Disebut Bukan Sekadar Mutasi
Selain memprediksi kemungkinan perubahan di posisi Panglima TNI, Selamat juga menyoroti rotasi sejumlah perwira tinggi yang berlangsung bertepatan dengan momentum HUT ke-81 TNI.
Menurut dia, pergeseran sejumlah perwira tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari proses regenerasi dan penataan lapisan elite di tubuh TNI.
“Ini bukan sekadar mutasi biasa. Ini adalah pembukaan lapisan baru di dalam elite TNI,” ujar Selamat.
Sejumlah perwira yang sebelumnya memiliki keterkaitan dengan pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, kata dia, juga mulai mengalami rotasi ke posisi berbeda.
Baca Juga: Terkunci di Lantai Dua, Dua Pemuda Tewas dalam Kebakaran Rumah di Matraman
Artikel Terkait
Terkunci di Lantai Dua, Dua Pemuda Tewas dalam Kebakaran Rumah di Matraman
Ledakan Dahsyat Guncang Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan Hancur dan Lima Orang Luka-luka
Sah! DPR Ketuk Palu RUU Perampasan Aset Jadi Usul Inisiatif Parlemen, Target Rampung Desember 2026
Kabar Baik untuk Pekerja, UU Pelindungan Ketenagakerjaan Akhirnya Resmi Disahkan
Buntut Tewasnya Siswa Kelas 2 SD Akibat Perundungan, Ratusan Wali Murid Geruduk Sekolah di Pemalang