HUT ke-81 TNI, Prabowo Sanjung Prajurit yang Rela Taruhan Nyawa Tembus Medan Bencana

Photo Author
- Senin, 5 Oktober 2026 | 14:19 WIB
Presiden Prabowo sanjung prajurit TNI yang rela bertaruh nyawa mengevakuasi masyarakat di lokasi bencana alam. (Dok. YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo sanjung prajurit TNI yang rela bertaruh nyawa mengevakuasi masyarakat di lokasi bencana alam. (Dok. YouTube/Sekretariat Presiden)
INSIBERNEWS - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momen istimewa bagi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit.
 
Dalam perayaan akbar yang digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026), Kepala Negara menyoroti dedikasi luar biasa aparat yang selalu menjadi garda terdepan saat negara dilanda musibah.

Di hadapan ribuan personel dari tiga matra, Prabowo menekankan bahwa kehadiran militer bukan sekadar simbol pertahanan negara di masa perang.
 
Lebih dari itu, prajurit loreng selalu membuktikan aksi nyata mereka di lapangan dengan menembus zona-zona darurat bencana demi menyelamatkan masyarakat sipil yang keselamatannya tengah terancam.
 

"Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya. Ada rekan-rekanmu yang mengorbankan jiwa dan raganya, membantu rakyat menghadapi bencana," ungkap Presiden Prabowo dengan nada penuh kebanggaan.

Kepala Negara menyadari betul keberanian dan risiko fatal yang harus dihadapi para prajurit saat diterjunkan ke lokasi terdampak.
 
Tanpa mengenal lelah, aparat berjibaku mengevakuasi korban reruntuhan, membuka akses jalan yang tertutup longsor, mendirikan ribuan jembatan darurat, hingga memanggul logistik berupa makanan dan obat-obatan ke wilayah terpencil yang terisolir.

"Di saat itu lah dilihat siapa yang benar-benar hadir bersama rakyat," sambung Prabowo memberikan penegasan atas loyalitas aparat.
 

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga membagikan pandangannya mengenai makna ketangguhan sejati sebuah negara kepulauan yang sangat rawan bencana.
 
Menurutnya, kekuatan pertahanan Indonesia tidak boleh hanya diukur secara matematis dari seberapa canggih deretan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki atau seberapa fantastis alokasi anggaran yang dikucurkan.

"Tentara dan rakyat yang rela berkorban, tangguh, serta berani adalah kekuatan sejati suatu bangsa," pungkas Prabowo, seraya mengingatkan bahwa kemanunggalan aparat dan rakyat adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X