Polres Karawang Bantah Isu Penggunaan Ambulans untuk Tangkap Massa Aksi, Klarifikasi Soal Penanganan Mahasiswa

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 27 Maret 2025 | 09:53 WIB
Polres Karawang Bantah Ambulans Dipakai Tangkap Demonstran (Google Maps/Polres Karawang)
Polres Karawang Bantah Ambulans Dipakai Tangkap Demonstran (Google Maps/Polres Karawang)

INSIBERNEWS - Polres Karawang membantah isu penggunaan mobil ambulans untuk menangkap massa aksi yang terlibat dalam demo penolakan Undang-Undang TNI yang berlangsung pada Selasa (25/3/2025).

Informasi mengenai penangkapan massa aksi di dalam ambulans itu sebelumnya viral di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Twitter @humaniesproject.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Solikhin, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan bahwa anggota kepolisian justru membantu seorang mahasiswi yang mengalami sesak napas untuk mendapatkan pertolongan pertama di dalam ambulans.

"Jangan malah membuat gaduh atau menyebarkan berita yang tidak benar," ujar Solikhin dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3/2025).

 Baca Juga: DPR Minta Panglima TNI Tarik Mayjen Novi Helmy dari Bulog, Komitmen pada Supremasi Sipil Dipertanyakan

Mahasiswa Dipastikan Diperlakukan Baik

Solikhin menjelaskan bahwa mahasiswa yang sempat dibawa ke Polres Karawang mendapatkan perlakuan yang baik. Bahkan, mereka langsung dipulangkan setelah dilakukan pendataan oleh pihak kepolisian.

"Jangan membuat pemberitaan yang tidak benar. Kasihan adik-adik mahasiswa yang menjadi korban dan dijebak untuk mengikuti demo yang berujung anarkis," tegasnya.

Lebih lanjut, Solikhin mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa yang sempat diamankan tidak mengetahui bahwa mereka akan ikut dalam aksi demonstrasi. Beberapa di antaranya bahkan tidak menyadari adanya rencana untuk menciptakan kerusuhan di Karawang.

 Baca Juga: DPR Dorong Revisi UU Penanggulangan Bencana: Mitigasi Lemah, Anggaran Minim, dan Standar yang Perlu Diperbarui

Polres Karawang Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

Polres Karawang berharap agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat dan memahami situasi yang sebenarnya. Menurut Solikhin, peran masyarakat dalam menyaring informasi sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat memperkeruh keadaan.

Diketahui, dalam unggahan akun Twitter yang viral tersebut, disebutkan bahwa ada tujuh mahasiswa yang terdiri dari lima korban dan dua tenaga medis dari kalangan mahasiswa. Ambulans yang mereka gunakan disebut-sebut disergap oleh aparat kepolisian, lalu mahasiswa di dalamnya dibawa ke Polres Karawang menggunakan kendaraan tersebut.

Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa informasi itu keliru dan menegaskan komitmennya untuk menangani situasi secara profesional tanpa tindakan represif terhadap mahasiswa.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X