entertainment

Imbas Stand-Up Viral, Anak Pandji Jadi Sasaran Perundungan oleh Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:04 WIB
Pandji Tunjukkan Dukungan untuk Anak Usai Bullying Warganet (Foto : instagram/pandji.pragiwaksono)

INSIBERNEWS - Keluarga komika Pandji Pragiwaksono menjadi perhatian publik setelah putra sulungnya, Dipo, menjadi sasaran perundungan oleh sejumlah warganet. Aksi tersebut mencuat seiring viralnya materi stand-up comedy Pandji bertajuk Mens Rea yang menuai beragam reaksi di media sosial.

Serangan warganet tidak diarahkan pada materi komedi semata, melainkan melebar hingga menyentuh ranah personal keluarga. Dipo, yang masih di bawah umur, menjadi target komentar bernada merendahkan, terutama terkait fisik dan perbandingan dengan tokoh politik tertentu.

Baca Juga: PBB Ungkap Skala Kehancuran Gaza, Puluhan Juta Ton Puing dan Ancaman Generasi Hilang

Menanggapi situasi itu, Pandji menyampaikan dukungan terbuka kepada anak-anaknya. Melalui unggahan di Instagram pada 16 Januari 2026, ia membagikan potret kebersamaan keluarga dengan pesan singkat namun penuh makna.

“Always my babies,” tulis Pandji, menegaskan bahwa anak-anaknya akan selalu berada dalam perlindungan dan dukungan penuh orang tua.

Sikap lebih tegas datang dari sang istri, Gamila Arief. Ia bereaksi keras setelah menemukan komentar warganet yang dinilai sudah melampaui batas etika dengan mengolok-olok fisik Dipo dan menyeret isu politik ke dalamnya.

Baca Juga: BTS Umumkan Album Baru ‘ARIRANG’, Tanda Kembalinya Aktivitas Grup Usai Wamil

Melalui akun media sosial X, Gamila mengecam tindakan tersebut sebagai perundungan yang pengecut. Ia menilai serangan terhadap anak-anak adalah bentuk kekerasan verbal yang tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun.

“Kalau berani, hadapi orang tuanya. Jangan menyerang anak-anak,” tulis Gamila dalam unggahannya.

Respons keluarga Pandji tersebut memicu gelombang simpati dari publik. Banyak warganet menyatakan dukungan dan mengingatkan pentingnya menjaga etika di ruang digital, terutama ketika kritik terhadap figur publik berpotensi berdampak pada keluarga mereka.

Baca Juga: Danantara Bidik Tekstil Jadi BUMN Baru, Fokus Serap Tenaga Kerja Nasional

Sejumlah pengguna media sosial juga menekankan bahwa perbedaan pendapat terhadap karya seni, termasuk stand-up comedy, seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan serangan personal, apalagi kepada anak di bawah umur.

Kasus ini kembali membuka diskusi soal batas kebebasan berekspresi di dunia maya dan tanggung jawab kolektif untuk menciptakan ruang digital yang aman.

Banyak pihak berharap peristiwa ini menjadi pengingat agar kritik tetap disampaikan secara beradab tanpa melukai pihak yang tidak terlibat.***

Tags

Terkini