INSIBERNEWS - Proses perceraian pesepak bola Pratama Arhan dengan istrinya, Azizah Salsha, akhirnya mulai terbuka ke publik. Melalui tim kuasa hukum, fakta-fakta yang sebelumnya simpang siur kini dijelaskan secara lebih rinci agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan.
Pasangan yang menikah pada Desember 2023 itu disebut masih menjaga hubungan baik meskipun sedang berada di tengah proses perpisahan. Keduanya dikatakan tetap berkomunikasi secara normal, hanya saja sudah tidak lagi bisa mempertahankan rumah tangga.
“Hubungan mereka sebenarnya masih berkomunikasi dengan baik karena perceraian ini merupakan kesepakatan bersama,” ujar Adinda, kuasa hukum Pratama Arhan, di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Senin (29/9/2025).
Adinda menambahkan bahwa faktor jarak menjadi salah satu alasan utama perceraian. Seperti diketahui, Arhan bergabung dengan klub Bangkok United sejak awal Januari 2025. Kondisi itu membuatnya harus menetap di Thailand dan sulit untuk selalu bersama Azizah yang tinggal di Indonesia.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Kuartal IV Tembus 5,5 Persen, Investor Asing Diyakini Kian Percaya
“Hubungan jarak jauh sering menimbulkan kesalahpahaman. Itu salah satu hal yang tidak mudah mereka hadapi,” jelas Adinda.
Meski begitu, perceraian ini disebut berjalan tanpa konflik besar. Baik Arhan maupun Azizah sudah bermusyawarah bersama keluarga masing-masing sebelum mengambil keputusan. Hal itu dilakukan agar proses hukum bisa berjalan lebih lancar dan tanpa saling menyalahkan.
Dalam tuntutannya di pengadilan, Arhan tidak menyinggung soal harta gana-gini. Pasangan ini juga belum memiliki anak, sehingga proses perceraian diperkirakan tidak akan berlarut-larut.
Baca Juga: Era Baru Teknologi: Bill Gates Prediksi Tato Elektronik Bakal Geser Dominasi Smartphone
Adinda menegaskan bahwa kliennya ingin segala sesuatunya tetap diselesaikan dengan baik.
“Tidak ada niat untuk memperpanjang masalah. Keduanya ingin menutup bab rumah tangga ini dengan tenang,” katanya.
Meski keputusan berpisah tentu berat, baik Arhan maupun Azizah sepakat untuk tetap saling menghargai. Bagi publik, kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik sorotan karier gemilang seorang atlet, ada persoalan pribadi yang juga butuh keberanian untuk dihadapi.