INSIBERNEWS – Sebuah insiden memilukan mengguncang publik Korea Selatan ketika laporan SBS pada 26 Juli 2024 mengungkap kematian tragis seorang wanita berusia 33 tahun di rumah sakit jiwa ternama di Bucheon, Provinsi Gyeonggi.
Rumah sakit tersebut diketahui dimiliki oleh seorang psikiater terkenal yang juga merupakan tunangan dari Hani, anggota grup Kpop EXID.
Insiden ini menimbulkan gelombang kemarahan dan spekulasi, terutama karena menyangkut nama besar Yang Jae Woong, figur publik yang juga dikenal sebagai dokter kejiwaan selebriti dan tunangan dari Hani.
Baca Juga: Salah Lirik Saat Nyanyikan Lagu Indonesia Raya di Turnamen Piala Presiden 2025, Rita Butar Butar Tuai Sorotan
Rekaman CCTV menunjukkan detik-detik terakhir korban pada 27 Mei 2024 dini hari, saat ia terlihat dalam kondisi lemah dan meminta untuk dikeluarkan dari kamar perawatan.
Alih-alih mendapat pertolongan medis yang layak, pasien justru diberikan obat penenang, diikat di ranjang, dan dibiarkan tanpa perawatan memadai.
Gejala serius berupa pembengkakan perut yang kemudian diduga sebagai akibat dari penyumbatan usus besar hanya dianggap sebagai sembelit kronis oleh pihak rumah sakit.
Baca Juga: BRI Berhasil Salurkan Bantuan Subsidi Upah Senilai Rp1,72 Triliun ke 2,8 Juta Pekerja
Ketika korban akhirnya pingsan, staf medis hanya memberikan penanganan seadanya. Defibrillator baru digunakan 20 menit kemudian, namun nyawanya tak tertolong.
Ibunda korban menyatakan bahwa sejak awal putrinya menunjukkan tanda-tanda tidak normal, tetapi pihak rumah sakit justru mengisolasinya dan terus memberinya obat penenang.
Korban diketahui menjalani perawatan selama lebih dari dua minggu karena ketergantungan terhadap obat pelangsing yang mengandung narkotika.
Baca Juga: Janji Pembangunan Tinggal Wacana, Dana Desa Cipaku Raib Demi Judi Online dan Diamond Game
Keluarga memilih rumah sakit tersebut karena reputasinya yang dianggap terpercaya.
Skandal ini menyeret nama Yang Jae Woong ke tengah sorotan. Meski pihak rumah sakit membela diri dengan menyebut prosedur medis telah dijalankan sesuai standar dan dokter jaga selalu siaga, penyelidikan polisi menetapkan direktur serta beberapa staf sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran hukum medis.
Namun hingga pertengahan 2025, proses hukum masih berjalan tanpa putusan pasti, membuat publik terus menuntut keadilan bagi korban.
Baca Juga: Elon Musk Kehilangan Rp244 Triliun dalam Sehari, Saham Tesla Terseret Drama Politik
Hani EXID Bicara Soal Tekanan Hidup, Netizen Tak Simpati
Di tengah badai skandal ini, Hani EXID muncul sebagai tamu dalam program Oh Eun Young's Stay yang tayang 7 Juli 2025.
Ia secara terbuka mencurahkan isi hatinya tentang tekanan sebagai publik figur yang selalu merasa harus “peka terhadap sekitar.”
"Aku mulai merasa lelah karena harus terus memperhatikan orang lain. Rasanya seperti hidup di dunia yang mengharuskan aku selalu seperti itu," kata Hani dengan nada getir.
Baca Juga: Kyoto Hampir Dibom Atom: Fakta Sejarah yang Terlupakan
Ia juga mengakui bahwa belakangan ia mulai menyadari hidup tak selalu bisa ia kendalikan, dan bahwa keinginannya untuk terus mengontrol semuanya mulai memudar.
“Aku mulai merasa... apakah aku boleh hidup seperti ini?” ucapnya lirih, menunjukkan keraguan atas jalan hidup yang sedang ia tempuh.
Pengakuan emosional ini awalnya mengundang simpati, hingga publik mengaitkan pernyataannya dengan kasus yang tengah membayangi tunangannya.
Baca Juga: Awalnya Menolak, Mantan Suami Lee Si Young Angkat Bicara Soal Kehamilan Anak Ke-2
Pasalnya, Hani dan Yang Jae Woong dikabarkan telah merencanakan pernikahan pada September 2023. Namun rencana tersebut tertunda setelah kematian pasien mencuat ke media.
Alih-alih mendapatkan dukungan, ungkapan perasaan Hani justru menuai kritik tajam dari netizen Korea.
Banyak yang menilai bahwa pernyataannya tidak sensitif terhadap situasi, terlebih belum ada kejelasan hukum dan tanggung jawab atas kematian sang pasien.
Baca Juga: Aktivitas Gempa di Kepulauan Tokara Tidak Pengaruhi Potensi Gempa Besar Jepang
Reaksi Keras Netizen Korea: “Kamu Mau Nikah di Tengah Tragedi?”
Komentar publik di media sosial dan forum komunitas seperti TheQoo menunjukkan nada kecewa dan marah. Berikut beberapa reaksi netizen:
"Kamu boleh menikah kalau bisa pensiun dari dunia hiburan di saat yang sama."
"Tolong tetap peka terhadap situasi..."
"Ini ada korban yang jelas dan belum ada satu pun yang bertanggung jawab. Kamu pikir kamu boleh menikah dalam situasi seperti ini?"
"Korban bahkan nggak bisa memilih dan akhirnya meninggal, apa sesulit itu untuk tetap diam soal pernikahanmu?"
Netizen juga menyoroti bahwa korban dan Hani berada dalam usia yang sama, memperkuat kesan ketimpangan empati.
Baca Juga: Green Financing BRI Terus Tumbuh Capai Rp89,9 Triliun, Bukti Nyata Komitmen Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Beberapa bahkan menuduh Hani tidak menunjukkan solidaritas atau penghormatan kepada keluarga korban.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kehidupan para selebriti tidak pernah benar-benar bisa dipisahkan dari sorotan publik, terlebih ketika kehidupan pribadi mereka bersinggungan langsung dengan tragedi besar.
Di satu sisi, Hani hanyalah seorang perempuan yang ingin menjalani hidupnya. Namun di sisi lain, publik menuntut tanggung jawab moral atas tragedi yang belum menemui titik terang.
Baca Juga: Viral Insiden Pelemparan Batu di Klaten, 2 Orang Penumpang KA Sancaka Terluka
Kini, baik Hani maupun Yang Jae Woong masih berada dalam pusaran kritik.
Sementara keadilan untuk korban dan keluarganya terus dituntut, masyarakat juga menanti sikap yang lebih terbuka dan empatik dari keduanya.