INSIBERNEWS - Dunia hiburan Asia tengah berduka setelah aktris asal Taiwan, Barbie Hsu, dikabarkan meninggal dunia pada usia 48 tahun. Bintang drama legendaris Meteor Garden ini diduga berpulang akibat komplikasi pneumonia setelah sebelumnya mengalami influenza saat libur Imlek 2025.
Namun, para ahli menilai penyebab kematiannya perlu ditelusuri lebih lanjut sebelum dapat dipastikan.
Baca Juga: 1.394 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Honorer di Depan Gedung DPR
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa kasus pneumonia yang berujung fatal, seperti yang dialami Barbie Hsu, tidak bisa langsung dikaitkan hanya dengan influenza.
Ia menekankan pentingnya memahami rekam medis sang aktris untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang memperparah kondisi kesehatannya.
Baca Juga: Prabowo Tinjau Langsung Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Pulogadung
"Pneumonia bisa didiagnosis berdasarkan gejala, pemeriksaan dokter, radiologi, serta tes laboratorium. Namun, hubungan langsung antara virus influenza dengan pneumonia yang menyebabkan kematian harus diteliti lebih lanjut," ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Senin (3/2).
Baca Juga: Trump Kembali Serukan Kanada Jadi Negara Bagian ke-51, Picu Ketegangan Baru
Lebih lanjut, Tjandra menjelaskan bahwa pneumonia memiliki beberapa tingkatan keparahan, mulai dari ringan hingga berat. Pada kasus ringan, pasien bisa menjalani perawatan di rumah, sementara pneumonia sedang umumnya memerlukan rawat inap di rumah sakit.
Dalam kondisi berat, pasien bahkan bisa membutuhkan perawatan di ICU hingga ventilator. Faktor daya tahan tubuh dan virulensi virus juga turut menentukan apakah infeksi bisa berkembang menjadi pneumonia yang berbahaya.
Baca Juga: Toyota Supra Hantam Tiang Lampu di Bundaran HI, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban
Terkait pencegahan, vaksinasi pneumonia memang belum menjadi anjuran umum bagi semua orang. Namun, kelompok berisiko tinggi seperti lansia, individu dengan daya tahan tubuh rendah, penderita penyakit paru kronis, serta mereka yang sering bepergian ke daerah dengan risiko tinggi, disarankan untuk mendapatkan vaksin ini.
"Langkah ini bisa membantu mengurangi risiko komplikasi serius akibat infeksi saluran pernapasan," tambahnya.
Baca Juga: Eks Anggota JKT48, Ochi Rosdiana Resmi Menikah, Tampil Anggun dengan Adat Minangkabau
Artikel Terkait
Kabar Gembira! Kemenkes Akan Sediakan Cek Kesehatan Mental Gratis Mulai Februari
Penganut Monogami Tulen! Pramono Anung Bakal Pecat ASN Jakarta yang Poligami di Masa Jabatannya
LPG 3 Kg Langka, Warga Jakarta Selatan Rela Antre Panjang di SPBU
Gas Melon Langka, Pertamina Imbau Warga Beli di Pangkalan Resmi
Aktris Senior 'Squid Game 2' Lee Joo Sil Meninggal Dunia Karena Kanker Perut
Eks Anggota JKT48, Ochi Rosdiana Resmi Menikah, Tampil Anggun dengan Adat Minangkabau
Toyota Supra Hantam Tiang Lampu di Bundaran HI, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban
Trump Kembali Serukan Kanada Jadi Negara Bagian ke-51, Picu Ketegangan Baru
Prabowo Tinjau Langsung Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Pulogadung
1.394 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Honorer di Depan Gedung DPR