Diketahui, Andrie Yunus, yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal.
Pihak kepolisian menyatakan telah mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta keterangan dari beberapa saksi. Namun hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran.
Penyidik menyebut proses identifikasi pelaku dilakukan dengan metode scientific crime investigation untuk memastikan identitas orang yang terekam kamera pengawas.
Baca Juga: Dirumorkan Tewas, Trump Pertanyakan Keberadaan Mojtaba Khamenei di Tengah Konflik AS–Israel vs Iran
Unggahan Siskaeee pun memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian pengguna media sosial mendukung kritik tersebut dan menilai kasus kekerasan terhadap aktivis HAM seharusnya ditangani dengan cepat dan serius.
Banyak pula yang menilai perbandingan yang disampaikan Siskaeee mencerminkan keresahan publik terkait konsistensi penegakan hukum, khususnya dalam kasus-kasus yang melibatkan kekerasan terhadap aktivis. ***
Artikel Terkait
Soroti Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, Donald Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang
Cerai dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Ajukan Permintaan Khusus Soal Anak
Trump Ungkap Operasi Militer ke Iran Masih Berlanjut di Tengah Upaya Diplomasi
Fasilitas Lengkap! 104 KK Korban Bencana di Aceh Utara Tempati Hunian Tetap
Hadapi Ancaman Krisis Global, DPR Dukung Wacana Pemotongan Gaji Pejabat yang Diusulkan Prabowo
Sebut Warga ‘Rakyat Jelata’, Status WhatsApp Diduga Petugas SPPG Purbalingga Banjir Kritik