Rose BLACKPINK Terancam Dicoret dari Grammy 2026 Usai Klaim Prestasi Album Dipertanyakan

Photo Author
- Rabu, 24 September 2025 | 08:11 WIB
Rose BLACKPINK  (Foto : Instagram/roses_are_rosie)
Rose BLACKPINK (Foto : Instagram/roses_are_rosie)

INSIBERNEWS - Rose BLACKPINK tengah menghadapi kontroversi jelang Grammy Awards 2026. Penyanyi asal Korea Selatan ini disebut berisiko dicoret dari daftar kandidat nominasi karena diduga menyampaikan informasi prestasi yang tidak akurat terkait album solonya, Rosie.

Informasi ini pertama kali mencuat melalui akun X (sebelumnya Twitter) @TheGrammyGuru, yang membagikan kronologi pengiriman kotak For Your Consideration dari Rose kepada anggota Recording Academy.

Kotak ini biasanya berisi materi promosi dan catatan prestasi artis, yang digunakan pemilih Grammy untuk menilai kelayakan nominasi album atau lagu.

Baca Juga: Kejagung Bungkam Soal Kerugian Negara di Kasus Chromebook, Nadiem Angkat Bicara

Dalam kotak yang dikirim, Rose menampilkan kaos dan selebaran yang memuat pencapaian album Rosie. Namun, belakangan banyak netizen dan pengamat musik menemukan adanya klaim yang dianggap berlebihan atau tidak sesuai fakta.

Sorotan utama tertuju pada catatan album di tangga lagu Amerika Serikat, Billboard 200. Dalam materi promosi, Rosie diklaim sebagai album debut dari artis Korea dengan jumlah streaming terbesar di Billboard 200.

Jika merujuk pada data resmi Billboard, album Rosie memang mencatat total streaming sebesar 43,85 juta kali. Namun, jika dikonversi ke dalam unit penjualan album menggunakan metode SEA (Streaming Equivalent Albums), angka tersebut setara dengan 31.000 unit. Beberapa pihak menilai klaim ini terlalu dilebih-lebihkan dibandingkan fakta sebenarnya.

Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Tetap Pimpin PSSI Meski Jadi Menpora: Fokus Tuntaskan Amanah Hingga 2027

Kasus ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan netizen internasional. Banyak yang menilai bahwa kesalahan atau ketidaktepatan informasi dalam promosi Grammy dapat berisiko merusak reputasi artis, apalagi kompetisi ini sangat bergengsi dan diikuti oleh musisi dari seluruh dunia.

Sejumlah pengamat industri musik menekankan pentingnya kejujuran dalam penyampaian prestasi.

“Grammy bukan sekadar ajang promosi, tapi juga soal integritas data yang dikirim ke pemilih. Kesalahan bisa berdampak serius,” ujar seorang analis musik internasional.

Baca Juga: Warren Buffett Resmi Tinggalkan BYD Setelah 17 Tahun, Raup Keuntungan Fantastis

Sementara itu, pihak agensi Rose, YG Entertainment, belum memberikan komentar resmi mengenai klaim ini. Penggemar BLACKPINK dan Rose sendiri ramai berdiskusi di media sosial, ada yang mempertahankan sang idol, namun tak sedikit yang menyoroti perlunya klarifikasi resmi.

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi artis internasional, khususnya dari Korea Selatan, bahwa setiap materi promosi Grammy harus akurat dan transparan. Kesalahan kecil saja bisa menimbulkan risiko besar, termasuk dicoret dari nominasi, meski album atau lagu sebenarnya populer di pasaran.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X