INSIBERNEWS — Nikita Mirzani, aktris sekaligus selebriti penuh kontroversi, kembali menjadi sorotan publik.
Perempuan yang kerap dijuluki “Nyai” ini dikenal luas melalui berbagai film, sinetron, serta aktivitasnya sebagai presenter.
Namun, bukan hanya kariernya yang kerap mencuri perhatian, kehidupan pribadinya pun tak jarang menuai kontroversi.
Baca Juga: BRI dan Medco E and P Jalin Kolaborasi Strategis Program Pemberdayaan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Kali ini, nama Nikita ramai diperbincangkan karena kesehatannya dikabarkan memburuk saat menjalani masa tahanan.
Nikita saat ini tengah mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ia ditahan terkait kasus dugaan pemerasan terhadap pengusaha kecantikan Reza Gladys.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan hukum yang pernah menyeret ibu tiga anak tersebut.
Baca Juga: Leony Vitria Syok! Urus Rumah Warisan Ayah, Puluhan Juta Raib Karena Pajak
Setelah sebelumnya beberapa kali berurusan dengan aparat penegak hukum karena kasus berbeda, mulai dari penganiayaan hingga perseteruan publik dengan sesama selebriti.
Selama menjalani masa tahanan, kondisi kesehatan Nikita dikabarkan semakin memburuk. Ia mengalami gangguan serius akibat saraf terjepit di leher, yang diperparah dengan fasilitas tidur yang tidak memadai di dalam rutan.
Masalah ini ternyata berkaitan dengan riwayat operasi leher akibat pengapuran tulang yang pernah dijalani Nikita beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Kematian Charlie Kirk jadi Momen Gelap, Kanada hingga Italia Ingatkan Sinyal Bahaya
Nikita mengaku gejala penyakit yang dialaminya semakin terasa sejak berada di tahanan. Keluhan yang ia rasakan antara lain sering pusing hingga sesak napas.
"Iya, jadi keliyengan, terus gampang sesak, gitu," ungkap Nikita dalam sebuah pernyataan.
Gejala itu membuat kondisi fisiknya semakin menurun. Ia mengaku kesulitan untuk beraktivitas normal, bahkan tidur pun sering terganggu.
Baca Juga: Bintang Drama The Legend of White Snake Yu Menglong Tutup Usia, Kronologi Masih Jadi Tanda Tanya
Publik pun mulai menyoroti kondisi kesehatan selebriti yang dikenal blak-blakan tersebut.
Dokter yang memeriksanya telah merekomendasikan Nikita untuk menjalani fisioterapi intensif selama enam minggu.
Sayangnya, keterbatasan fasilitas di rutan membuat rekomendasi medis tersebut sulit direalisasikan. Alhasil, pengobatan yang seharusnya bisa memperbaiki kondisinya justru terhambat.
Baca Juga: BRI Peduli Sigap Salurkan Bantuan Tanggap Bencana Banjir Bali dan NTT
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, termasuk penggemar maupun rekan sesama artis.
Mereka menilai, meski tengah menjalani hukuman, hak Nikita untuk mendapat perawatan medis yang layak seharusnya tetap dipenuhi.
Publik juga menyoroti bagaimana sistem penahanan di Indonesia sering kali dinilai tidak ramah terhadap tahanan yang memiliki penyakit serius.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Minta BGN Rutin Laporan ke Publik soal Anggaran MBG
Kasus Nikita seakan mempertegas persoalan fasilitas kesehatan di balik jeruji besi.
Di sisi lain, pengacara Nikita disebut tengah mengupayakan permohonan agar kliennya mendapat izin berobat keluar rutan demi memperbaiki kondisi kesehatannya.
Namun, keputusan tersebut masih menunggu persetujuan dari pihak berwenang.
Baca Juga: Mahfud MD Bagikan Curhat Pilu Sri Mulyani di Balik Insiden Penjarahan, Kecewa Disamakan dengan Sahroni
Kasus kesehatan Nikita Mirzani di penjara ini sekali lagi menjadi bahan perdebatan publik. Apakah selebriti sekelas Nikita akan mendapat perlakuan berbeda dalam hal perawatan kesehatan.
Ataukah ia harus menanggung risiko kesehatannya sepenuhnya selama menjalani masa tahanan, masih menjadi tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Minta BGN Rutin Laporan ke Publik soal Anggaran MBG
BRI Peduli Sigap Salurkan Bantuan Tanggap Bencana Banjir Bali dan NTT
Donald Trump Sebut Kematian Charlie Kirk jadi Momen Gelap, Kanada hingga Italia Ingatkan Sinyal Bahaya
Bintang Drama The Legend of White Snake Yu Menglong Tutup Usia, Kronologi Masih Jadi Tanda Tanya
Leony Vitria Syok! Urus Rumah Warisan Ayah, Puluhan Juta Raib Karena Pajak
BRI dan Medco E and P Jalin Kolaborasi Strategis Program Pemberdayaan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan