IPL Apartemen Naik 54 Persen Tanpa Komunikasi, Didi Riyadi Geram!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 19:13 WIB
IPL naik 54%, Didi Riyadi tuntut pengurus apartemen buka suara. (@didiriyadi_official)
IPL naik 54%, Didi Riyadi tuntut pengurus apartemen buka suara. (@didiriyadi_official)



INSIBERNEWSMusisi sekaligus aktor Didi Riyadi dikenal sebagai sosok yang tenang dan jarang menanggapi isu-isu di luar dunia seni.

Namun, kali ini ia merasa perlu bersuara lantang terkait persoalan yang langsung menyentuh kehidupannya sehari-hari sebagai penghuni apartemen di kawasan Jakarta Selatan.

Selama lebih dari satu dekade tinggal di apartemen tersebut, Didi mengaku menikmati ketenangan hidupnya.

Baca Juga: Maia Estianty Jadi Duta Cacar Api, Ungkap Rahasia Menua dengan Sehat dan Bahagia

Sayangnya, suasana damai itu terganggu ketika pengurus apartemen tiba-tiba menaikkan iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) hingga 54% tanpa adanya dialog yang jelas dengan para penghuni.

Didi menegaskan bahwa dirinya bukanlah tipe orang yang senang mencari tahu urusan orang lain.

Namun, kebijakan yang dianggap janggal ini membuatnya merasa tidak bisa tinggal diam. Baginya, kenaikan yang terlalu tinggi jelas menimbulkan tanda tanya besar bagi para penghuni.

Baca Juga: Lisa BLACKPINK Bikin Heboh London, Tampil Stylish dengan Outfit Pink dan Boneka Labubu

“Saya bukan tipe orang yang suka membesar-besarkan atau terlalu kepo dengan urusan orang lain. Tapi ini cukup mencuri perhatian saya. Selama 10 tahun lebih, baru kali ini ada isu seperti ini,” ungkap Didi Riyadi saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025).

Sebagai warga yang sudah lama menetap, Didi merasa berhak untuk mempertanyakan alasan di balik kenaikan tersebut.

Apalagi, menurutnya, tak ada keterbukaan dari pihak pengurus untuk menjelaskan dasar kenaikan yang begitu signifikan.

Baca Juga: Raih 4,3 Juta Penonton, My Daughter Is A Zombie Puncaki Box Office Korea Selatan

Ia mengakui bahwa kenaikan iuran dalam taraf wajar bisa dimaklumi. Sama halnya dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, listrik, ataupun air yang menjadi konsekuensi alami dari inflasi.

Namun, kenaikan IPL hingga 54% dinilai di luar batas kewajaran.

“Kalau kenaikan wajar ya bisa dimengerti, sama seperti harga sembako atau listrik naik. Tapi kalau langsung 54%, ini jadi pertanyaan besar. Kenapa harus setinggi itu?” tegas Didi.

Baca Juga: Gal Gadot Sebut Isu Israel Palestina Jadi Dalang dibalik Gagalnya Film Snow White, Disney Rugi Triliunan!

Kekecewaan Didi semakin bertambah karena pengurus apartemen dianggap tidak menunjukkan itikad baik untuk berdialog.

Menurutnya, komunikasi dua arah antara pengurus dan penghuni seharusnya dilakukan agar persoalan tidak melebar dan menimbulkan keresahan lebih jauh.

“Kok tidak ada itikad baik dari pengurus untuk menemui warga secara langsung? Harusnya ada dialog dua arah supaya masalahnya bisa selesai dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga: Ditinggal Masuk Penjara, Masyarakat Pertanyakan Nasib 11 Hewan Peliharaan Yoon Suk Yeol

Meski tidak ikut dalam aksi protes yang dilakukan sebagian penghuni, Didi memilih mengambil peran lain.

Ia menjadi tempat diskusi dan rujukan bagi tim warga serta pengawas internal dalam merumuskan langkah-langkah yang harus diambil ke depan.

“Saya sering dimintai pendapat dan saran oleh tim pengawas maupun pengurus internal. Jadi kami berdiskusi, langkah selanjutnya enaknya bagaimana. Itu yang saya coba bantu,” jelasnya.

Baca Juga: Suami Mpok Alpa Ungkap Perhatian Raffi Ahmad dan Irfan Hakim Usai Kepergian Sang Istri

Didi berharap masalah ini bisa segera menemukan titik terang.

Bukan hanya demi dirinya pribadi, tetapi juga untuk kepentingan ratusan penghuni lain yang merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut.

Baginya, transparansi dan komunikasi terbuka menjadi kunci penyelesaian.

Baca Juga: Pinkan Mambo Bikin Heboh Lagi, Jual Pisang Goreng Madu Seharga Rp200 Ribu Per Kotak!

Dengan reputasinya sebagai figur publik yang vokal sekaligus bijak, suara Didi Riyadi diharapkan dapat menjadi perantara yang mendorong pengurus apartemen membuka ruang dialog dengan penghuni.

Ia percaya, solusi terbaik hanya bisa tercapai jika semua pihak duduk bersama mencari jalan keluar yang adil.

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X