INSIBERNEWS - Setiap negara di dunia pastinya memiliki budaya yang berbeda-beda, tak terkecuali pula Korea Utara dengan budaya kontes memasaknya.
Korea Utara memiliki budaya yang sudah lama dilakukan yakni menggelar sebuah kontes memasak. Namun, pada kontes ini ada bahan dasar khusus yang digunakan.
Setiap musim panas, khususnya pada Boknal restoran yang khusus menyajikan daging manis, sebuah sebutan bagi daging anjing, pasti selalu ramai pengunjung.
Baca Juga: Berencana Liburan ke Singapura? Ketahui 5 Barang Ini Tak Boleh Ikut Dibawa
Tak hanya itu Pemerintah Korea Utara juga rutin menggelar kontes memasak daging anjing nasional setiap tahunnya dan mengumumkan hasil kompetisi tersebut lewat media internal dan eksternal.
Semua restoran daging anjing terkemuka di Korea Utara akan saling bersaing dalam memamerkan keterampilan memasak mereka.
Restoran daging anjing yang terkenal juga kerap ikut menyelenggarakan berbagai acara seperti penyambutan musim panas dan pameran.
Baca Juga: Makanan Unik Asal India: Eksplorasi Kuliner yang Penuh Rasa dan Warna
Korea Utara pun merasa bangga bahwa hidangan daging anjing kini telah berkembang pesat menjadi budaya tradisional dengan berbagai resep seperti dikukus, dibumbui, direbus, ditumis, didinginkan, dan di-bossam.
Daging anjing menjadi bahan masakan yang sangat populer pada era Presiden Kim Ilsung dan Kim Jongil.
Pemimpin pertama Korea Utara, Kim Ilsung juga memberikan perhatian khusus pada olahan daging anjing.
Baca Juga: Budaya Bakar Batu: Tradisi Kuliner dan Sosial dari Papua
Media Korea Utara sering kali menampilkan Kim Ilsung yang memerintahkan para ketua komite rakyat yang menghadiri pertemuan pada Juni 1952 untuk memberikan dangogijang sebuah olahan sup daging anjing berbumbu.
"pemimpin besar Kim Ilsung ngajarin kami rahasia dangogijang, yang telah dinikmati oleh rakyat kami sejak lama, agar rasanya enak,” ungkap mereka.