"Oh ini itu adalah doa aqiqah nak, bukan doa akeket," kata Mbah Kholil Bangkalan menjelaskan.
Mendengar keterangan kiainya, santri khodam itu pun terkaget-kaget dan tertunduk malu.
Ternyata doa yang dipakainya selama berkelahi iru adalah doa untuk aqiqoh. Santri khodam itu salah baca tapi ternyata tetap manjur.
Itulah kekuatan doa yang diiringi keyakinan kuat dari dalam di hati. (**)