religi-budaya

Karomah Kyai Kholil Bangkalan Madura, Membuat Santri-nya Salah Baca Do’a Tapi Tetap Manjur

Jumat, 28 Juni 2024 | 15:54 WIB
Kyai Muhammad Kholill Bangkalan, Madura (dok:istimewa)

INSIBERNEWS-Mbah Kholil Bangkalan, dikenal sebagai wali yang memiliki banyak karomah, yaitu karomah Mbah Kholil Bangkalan kadang sulit diterima oleh akal manusia biasa. Seperti santri yang salah baca do’a, tetapi dari karomahnya maka do’anya tetap manjur

Tak jarang, karomah Mbah Kholil Bangkalan ini dapat membantu kebutuhan beberapa orang.

Seperti dalam kisah yang pernah terjadi, seorang santri Mbah Kholil Bangkalan ini salah membaca atau mengamalkan doa, akan tetapi tetap saja manjur.

Dikisahkan, Mbah Kholil Bangkalan mempunyai seorang santri yang bernama khodam.

Santri khodam adalah pelayan dari segala keperluan kiai, seperti mencuci, menyiapkan minuman teh dan lain sebagainya hingga keperluan lainnya.

Baca Juga: Karomah Makam Keramat Tajug, Kisah Putra Sultan Ageng Tirtayasa Berjuang Melawan Penjajah

Santri khodam pun bertanggung jawab untuk mengurus kitab-kitabnya.
Ia selalu ditugaskan untuk membawanya, ketika Mbah Kholil Bangkalan mengajar.

Santri khodam, selalu membersihkan kitab-kitab Mbah Kholil Bangkalan dan meletakkan kembali seusai mengajar, ke tempat semula.

Pada suatu hari, ketika sedang membersihkan kitab, tidak disengaja santri khodam itu melihat di halaman kitab, ada judul sebuah do’a dengan tulisan akeket dalam tulisan Arab.

Dalam hatinya, santri khodam Mbah Kholil Bangkalan itu berkata, "Wah, ini adalah doa kesukaan saya," gumamnya dalam hati.

Diketahui, akeket dalam bahasa Madura yang berarti berkelahi. Santri khodam segera menghafalkan doa yang hanya beberapa kalimat itu.

Baca Juga: Karomah dan Keistimewaan Air Zamzam, Serta Mukjizatnya Nabi Ismail yang Jarang Diketahui

Pada suatu hari, santri khodam itu sedang terlibat perselisihan dengan santri lain yang kebetulan menjadi ketua pengurus pondok pesantren.

Santri yang tubuhnya kerempeng, biasanya selalu mengalah. Akan tetapi kali ini dia menolak tidak mau mengalah, ia malah menantang ketua pengurus pondok yang tubuhnya lebih besar dan kekar.

Halaman:

Tags

Terkini