Reog Ponorogo Resmi Diakui UNESCO, Warisan Budaya Nusantara Mendunia

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 5 Desember 2024 | 10:53 WIB
Reog Ponorogo (Foto : Populis.id)
Reog Ponorogo (Foto : Populis.id)

INSIBERNEWS - Kabar gembira datang dari Paraguay, di mana kesenian tradisional Indonesia, Reog Ponorogo, resmi masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Pengakuan ini diumumkan dalam Sidang Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang ke-19 pada Selasa (3/12/2024).

Baca Juga: Jalani Puasa Senin dan Kamis, Bolehkah Hanya Dilakukan di Salah Satu Hari itu?

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara kaya akan tradisi budaya yang memiliki nilai tinggi di mata dunia.

Duta Besar Indonesia untuk UNESCO, Mohamad Oemar, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras untuk membawa Reog Ponorogo ke panggung dunia.

Baca Juga: Kenapa Tuhan Menciptakan Manusia? Inilah Tujuan Sebenarnya!

Dalam pernyataannya, Oemar menekankan bahwa pengakuan ini bukan hanya tentang seni pertunjukan, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur.

“Ini adalah momen besar. Reog bukan sekadar seni, tapi juga identitas bangsa yang harus kita jaga untuk anak cucu,” ujarnya.

Baca Juga: Mau Menikah? Ini Dia Rekomendasi Mas Kawin Buat Kamu yang Mengusung Adat Sunda

Melalui pesan video, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menjelaskan bahwa Reog Ponorogo masuk dalam kategori Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding oleh UNESCO.

“Penetapan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Reog Ponorogo adalah bukti semangat gotong royong masyarakat Indonesia yang berakar pada nilai-nilai lokal,” jelas Fadli Zon.

Baca Juga: Waw! Ternyata Ada Negara yang Memiliki Budaya dan Bahasa Lebih Dari Indonesia

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan berbagai langkah pemerintah bersama komunitas lokal dalam melestarikan seni tradisional ini. Mulai dari pendokumentasian, promosi internasional, hingga integrasi nilai-nilai Reog dalam kurikulum pendidikan di berbagai tingkat.

“Kita tidak hanya menjaganya sebagai pertunjukan, tetapi juga memberdayakan komunitas seni sebagai penjaga utama budaya ini. Tanpa mereka, tradisi ini akan kehilangan ruhnya,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X