Atraksi Pemain Debus Banten Perlihatkan Kemampuan Berbahaya, Ini Rahasianya

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Selasa, 28 Mei 2024 | 01:22 WIB
Atraksi pemain debus Banten perlihatkan kemampuan berbahaya (foto:Istimewa)
Atraksi pemain debus Banten perlihatkan kemampuan berbahaya (foto:Istimewa)

INSIBERNEWS-Masyarakat luas umumnya mengenal debus sebagai tradisi yang menyeramkan dan sadis. Atraksi debus banyak mempertontonkan kegiatan melukai diri, sehingga sering dianggap dekat dengan ilmu hitam. Atraksi pemain debus Banten perlihatkan kemampuan berbahaya, tetapi ada rahasia dibalik permainan yang menyeramkan.

Berikut ini beberapa trik yang dilakukan oleh para pemain debus yang sangat berani, tetapi ada rahasia dibalik atraksi tersebut :

1. Memotong Atau Menusuk Lidah

Atraksi yang paling menyeramkan dan masih sangat populer dikalangan masyarakat adalah, dimana lidah pemain dikaitkan dengan besi yang mirip pancing.

Dan tidak cuma itu, lidahnyapun digunting sampai putus. Kemudian pada akhr permainan, lidah terlihat kembali utuh.

Trik ini dilakukan dengan sebuah lidah palsu. Yaitu sebelum pelaksanaan atraksi membeli lidah sapi, lalu direbus sampai matang.

Kemudian dikupas kulit luarnya. biar mirip lidah manusia, selanjutnya olesi dengan pewarna merah.

Baca Juga: Niat Kerja Gadis ABG Malingping, Jadi Korban Rudapaksa

Sebelumnya lidah sapi itu disimpan dalam mulut pemain. Lidah inilah yg dijulurkan dan dikait kemudian dipotong.

Selanjutnya efek darah yang mengucur dengan cara menggigit bungkusan kecil berisi cairan mirip darah.

Potongan lidah ini dibuang dengan cara dikunyah layaknya dimakan seperti biasa.

Atau dapat dimuntahkan ke dalam ember berisi air ketika ingin minum air sakti dari sang pawang debus.

2. Menaiki Tangga Pedang Tanpa Terluka

Atraksi yang menegangkan ini sebenarnya memilik rahasia yang sangat sederhana, Tampak pemain menaiki tangga yang anak tangganya berupa pedang tajam tanpa terluka sedikitpun.

Padahal tidak semua mata pedang itu tajam, coba perhatikan bagian tengah pedang sebenarnya adalah tumpul.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X