INSIBERNEWS - Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicetuskan oleh Presiden Prabowo masih mendapat penolakan di beberapa daerah di Papua.
Pelaksanaan program MBG ini beberapa kali menuai aksi unjuk rasa dari pelajar. Alih-alih makan gratis, para pelajar menuntut adanya perbaikan pada sektor pendidikan.
Terkait hal ini, Wapres Gibran Rakabuming memberikan respon terhadap aksi yang salah satunya digelar di Wamena, Jayawijaya.
MBG dan Pendidikan Sama-sama Penting
Menanggapi penolakan tersebut, menurut Gibran baik MBG maupun pendidikan adalah dua hal yang sama-sama penting.
“Sekali lagi, Makan Bergizi Gratis penting,” kata Gibran saat meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SMAN 13 Jakarta Utara pada Selasa, 18 Februari 2025.
“Pendidikan gratis penting, kesehatan gratis penting, semua penting,” imbuhnya.
Adapun mengutip dari laman resmi Wakil Presiden Republik Indonesia, program MBG ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi siswa.
Jika kualitas gizinya lebih baik, maka bisa mendukung terciptanya generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
“Program MBG merupakan salah satu investasi strategis bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam upaya menurunkan angka malnutrisi dan meningkatkan prestasi akademik siswa,” tulis pernyataan pada rilis yang diunggah pada Selasa, 4 Februari 2025 itu.
Wapres Gibran juga berharap program ini bisa segera terlaksana dengan merata di seluruh Indonesia, sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga mengatakan kalau pemerintah selalu terbuka dengan masukan maupun kritikan. Karena MBG termasuk program baru, sehingga ada banyak kekurangan dalam pelaksanaannya.