INSIBERNEWS - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya efisiensi anggaran dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia meminta agar kebijakan penghematan ini benar-benar dijalankan tanpa kompromi. Bahkan, Luhut menyarankan agar Prabowo tak ragu untuk mencopot pejabat yang justru menghambat upaya tersebut.
Menurut Luhut, efisiensi anggaran yang sedang dicanangkan bertujuan untuk mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dengan menekan pengeluaran yang tidak perlu, pemerintah bisa lebih fokus pada program-program prioritas.
Selain itu, Luhut menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk lebih mengandalkan sektor swasta sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penghematan anggaran sebesar Rp300 triliun ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kebijakan ini memang penting untuk menjaga stabilitas fiskal, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, bisa berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Oleh karena itu, ia berharap kebijakan ini dieksekusi dengan strategi yang matang.
Luhut juga menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan dalam menjalankan kebijakan ini. Ia menilai jika ada pejabat yang tidak sejalan atau bahkan menghambat kebijakan efisiensi anggaran, maka mereka sebaiknya diberhentikan.
“Saya bilang ke Presiden, Pak, kalau ada yang tidak bisa menangani ini, ya pecat saja. Kenapa harus mempertahankan orang yang justru bikin masalah?” tegasnya.
Pernyataan Luhut ini menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo serius dalam menata ulang anggaran negara. Dengan efisiensi yang tepat, diharapkan beban APBN bisa berkurang, sementara perekonomian tetap tumbuh dan berjalan stabil.