INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto diketahui berencana mengadakan program retreat bagi kepala daerah terpilih di Pilkada 2024.
Seperti yang dilakukan oleh jajaran Kabinet Merah Putih sebelumnya, Presiden ingin seluruh kepala daerah dikumpulkan seperti para menteri, wakil menteri, dan kepala badan yang pernah berkumpul di Magelang.
Menurut Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, tujuan utama dari retreat ini adalah menyamakan pandangan antara kepala daerah terpilih dengan pemerintah pusat.
Sehingga sinkronisasi program diantara pemerintah pusat dan daerah dapat dipastikan akan berjalan dengan baik.
Di sisi lain, efisiensi anggaran yang kini tengah dilakukan oleh pemerintah nampaknya juga berdampak pada pelaksanaan kegiatan retret.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa meskipun ada efisiensi anggaran, retret tetap akan dilaksanakan karena dinilai sebagai program strategis.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pamer Program MBG dan Cek Kesehatan Gratis di Forum Dunia
"Ya termasuk bukan hanya retret, seluruh program kegiatan yang dianggap memiliki strategis, penting, tetap berjalan. Retret itu bagian dari program yang penting," kata Juri di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 13 Februari 2025.
Namun, ia mengungkapkan bahwa durasi retret yang semula direncanakan selama 14 hari telah dikurangi untuk menyesuaikan anggaran yang kini bersumber dari APBN.
“Kan retret tadinya 14 hari, sekarang sudah dikurangi harinya," tambahnya.
Baca Juga: Menu Sahur Simple but Tasty, Mie Jamur Thailand Cita Rasa Unik Sajian Ramadhan
Dalam retret ini, terdapat dua agenda utama yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sebagai penyelenggara orientasi bagi kepala daerah.
"Dan ini Kementerian Dalam Negeri dan Lemhannas menjadi satu. Supaya efektif, efisien," sebut Juri.