INSIBERNEWS - Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus menunjukkan performa yang solid dan konsisten.
Meski menghadapi berbagai tekanan eksternal, bank pelat merah ini tetap mampu menjaga profitabilitas sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Mampu Cetak Laba Senilai Rp60,64 Triliun, BRI Konsisten Melayani dan Berdayakan UMKM
Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa kekuatan fundamental bank yang dipimpinnya tetap terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi ekonomi global maupun kondisi domestik.
"Saya ingin menegaskan bahwa fundamental BRI masih sangat kuat. Bahkan, dalam situasi yang tidak mudah, kami tetap bisa mempertahankan profitabilitas di level yang sama seperti tahun sebelumnya," ujar Sunarso dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Hermanto Tanoko.
Baca Juga: Balee Scents Siap Menembus Pasar Internasional Bersama BRI
Salah satu faktor kunci yang menjaga keberlanjutan bisnis BRI adalah kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR). Sunarso mengungkapkan bahwa CAR BRI saat ini berada di atas 26%, jauh melampaui standar minimum Basel III.
Padahal, untuk memenuhi kewajiban penyediaan modal minimum yang ditetapkan regulator, BRI hanya membutuhkan CAR sebesar 17,5%.
"Artinya, kita punya ruang yang lebih dari cukup untuk ekspansi bisnis dan mengelola risiko dengan baik," tambahnya.
Tak hanya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan mitigasi risiko, BRI juga terus beradaptasi dengan berbagai perubahan pasar. Bank ini secara aktif memperkuat sektor pembiayaan UMKM serta melakukan inovasi digital untuk meningkatkan layanan kepada nasabah.
Dengan strategi ini, BRI optimistis mampu mempertahankan kinerja yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.