news

BRI Gunakan Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Kamis, 6 Februari 2025 | 18:20 WIB
BRI Berupaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan (Dok. BRI )

INSIBERNEWS, Jakarta - Berperan sebagai pilar utama perbankan nasional dengan mempertegas komitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) memiliki fokus kuat pada pengembangan UMKM, serta didukung jaringan luas dan inovasi berkelanjutan, BRI terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah global.

Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan hal tersebut pada diskusi eksklusif di kanal YouTube Hermanto Tanoko bertajuk “BBRI Pilar Utama Perbankan Nasional: Peluang Besar di 2025”.

Baca Juga: Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, Masyarakat Bisa Deteksi Dini Kanker dan Kesehatan Kejiwaan

Diungkapkan oleh Sunarso bahwa BRI telah mengimplementasikan strategi pengelolaan segmen nasabah berbasis piramida. Pada dasar piramida, terdapat segmen mikro dan ultra mikro yang mencakup mayoritas nasabah BRI.

Bagian ini menjadi fokus utama untuk berbagai program inklusif yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha, akses pembiayaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Direktur utama BRI, Sunarso. (Dok. BRI )

“BRI secara konsisten mengarahkan sumber daya untuk mendukung segmen mikro dan ultra mikro melalui inovasi layanan keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan usaha. Ini sejalan dengan misi kami untuk memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Kemudian di lapisan tengah piramida, segmen menengah menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih stabil dan menjadi salah satu fokus utama BRI dalam menjaga keseimbangan portofolio kredit.

Baca Juga: Mushola Minimalis, 5 Ide Desain yang Akan Membuat Rumah Anda Lebih Modern dan Nyaman

Sedangkan pada puncak piramida, BRI melayani segmen korporasi besar yang, meski jumlah nasabahnya lebih kecil, memiliki nilai kredit signifikan yang mendukung pembangunan nasional.

Sunarso juga menjelaskan bahwa permintaan kredit di sektor UMKM sangat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

“Ketika daya beli melemah, permintaan kredit di sektor UMKM, terutama mikro, cenderung mengalami penurunan,” paparnya.

Baca Juga: Terbongkar! Kasus Penyelundupan Terbaru Senilai Rp480 M, Menko Polkam Budi Gunawan Ungkap 18 Perusahaan dan 35 Kelompok Jadi Sasaran Penyelidikan

Halaman:

Tags

Terkini