news

Driver Ojol Siap Demo 17 Februari Mendatang, Tuntut THR dari Aplikasi!

Kamis, 6 Februari 2025 | 09:27 WIB
Ilustrasi demo ojol (Istimewa)

INSIBERNEWS – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 17 Februari 2025.

Mereka berencana memusatkan aksi di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jakarta untuk menuntut hak yang selama ini mereka anggap belum terpenuhi: Tunjangan Hari Raya (THR).

Baca Juga: Jaksa Agung Dilema, Ada 300 Terpidana Mati Belum Dieksekusi

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lili Pujiati, menegaskan bahwa sekitar 1.000 pengemudi dari berbagai layanan seperti Gojek, Grab, Shopee Food, Lalamove, Maxim, InDrive, dan Borzo akan turun ke jalan.

Mereka meminta pemerintah, khususnya Kemenaker, untuk tidak hanya mengeluarkan imbauan kepada perusahaan aplikasi, tetapi juga memastikan adanya aturan yang mewajibkan platform-platform tersebut memberikan THR kepada pengemudi.

Baca Juga: Aliansi Pelajar di Papua Tolak Program MBG hingga Demo Tuntut Pendidikan Berkualitas

"Selama ini Kemenaker cenderung lebih berpihak kepada platform. Kami ingin kejelasan dan jaminan bahwa hak kami sebagai pekerja juga dihormati," ujar Lili pada Senin (3/2/2025).

Para pengemudi ojol menilai bahwa status mereka sebagai mitra kerap membuat hak-hak pekerja yang seharusnya mereka dapatkan menjadi abu-abu. Padahal, dalam praktiknya, mereka menggantungkan hidup dari pekerjaan ini dan beroperasi layaknya pekerja tetap.

Baca Juga: Waduh! Ada 3 Kebijakan di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Tiba-tiba Dibatalkan, Apa Saja

"Kami bekerja setiap hari, menggantungkan penghasilan dari sini, tapi ketika bicara soal hak seperti THR, kami seolah tidak diakui," keluh seorang pengemudi ojol yang enggan disebutkan namanya.

Aksi demonstrasi ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap layanan transportasi online di Jakarta. SPAI telah melakukan koordinasi dengan para pengemudi di berbagai wilayah untuk memastikan aksi berlangsung tertib dan tetap memperhatikan kepentingan publik.

Baca Juga: Pemindahan ASN ke IKN Kembali Ditunda oleh Pemerintah, Ini Alasannya!

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menyiapkan alternatif transportasi guna mengantisipasi kemungkinan terganggunya layanan ojol dan taksi online pada hari tersebut.

Para pengemudi berharap aksi ini bisa membuka mata pemerintah dan platform aplikasi mengenai pentingnya kesejahteraan mereka.

Halaman:

Tags

Terkini