INSIBERNEWS - Sebuah ledakan bom yang mengguncang kompleks perumahan di kawasan timur laut Moskow, Rusia, pada Senin dini hari, menyebabkan tewasnya seorang pemimpin separatis Ukraina yang pro-Kremlin.
Armen Sarkisyan, yang merupakan pendiri Batalyon Arbat, dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat intensif di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Baca Juga: Trump Ajak Ukraina Capai Kesepakatan Akses Logam Tanah Jarang Sebagai Syarat Dukungan AS
Ledakan itu juga menewaskan salah satu pengawalnya, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Komite Investigasi Rusia segera mengonfirmasi kematian Sarkisyan, yang diketahui memimpin kelompok yang berperang di pihak Rusia dalam konflik dengan Ukraina.
Baca Juga: Filipina Umumkan Keadaan Darurat Pangan untuk Menanggulangi Kenaikan Harga Beras
Kejadian tersebut terjadi di kompleks perumahan Scarlet Sails yang terletak di tepi Sungai Moskow, di mana video yang beredar menunjukkan kerusakan parah pada bagian lobi gedung.
Menurut laporan dari harian Kommersant, pihak berwenang Rusia mengungkapkan bahwa serangan bom tersebut dilakukan dengan sangat terencana, meskipun identitas pelaku yang terlibat belum diketahui secara pasti.
Baca Juga: Gugun Gondrong Balik Semangat Usai Sembuh dari Tumor Otak, Disambut Hangat Teman dan Keluarga
Pejabat penegak hukum yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan mendalam mengenai kejadian tersebut.
Bila ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan Ukraina, penyelidikan ini bisa diubah statusnya menjadi penyelidikan terorisme.
Sarkisyan, yang lahir di Armenia dan kemudian pindah ke Ukraina, memimpin Batalyon Arbat, sebuah kelompok separatis yang beranggotakan sekitar 500 orang, sebagian besar berasal dari etnis Armenia.
Mereka berjuang di sisi Rusia dalam upaya Kremlin untuk mengatasi pemberontakan di wilayah Ukraina timur. Batalyon tersebut telah terlibat dalam berbagai pertempuran di wilayah konflik.