INSIBERNEWS - Pada Senin, 3 Februari 2025, mantan Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan niatnya untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina terkait akses ke logam tanah jarang sebagai bagian dari syarat untuk melanjutkan dukungan Amerika Serikat dalam perang melawan Rusia.
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan di Ruang Oval, Trump mengungkapkan bahwa AS telah memberikan lebih banyak bantuan militer dan ekonomi kepada Ukraina dibandingkan dengan negara-negara mitra Eropa.
Baca Juga: Filipina Umumkan Keadaan Darurat Pangan untuk Menanggulangi Kenaikan Harga Beras
Trump menjelaskan bahwa kesepakatan yang diusulkan ini mencakup akses ke sumber daya logam tanah jarang yang dimiliki Ukraina.
“Kami sedang berusaha mencapai kesepakatan dengan Ukraina, di mana mereka akan mengamankan apa yang kami berikan kepada mereka dengan akses ke logam tanah jarang yang mereka miliki dan hal-hal lainnya,” ujar Trump.
Trump juga menambahkan bahwa ia menerima informasi dari pihak Ukraina yang menunjukkan kesediaan mereka untuk menyediakan akses kepada AS atas logam tanah jarang dan elemen-elemen penting lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung ekonomi berbasis teknologi tinggi.
"Kami telah menginvestasikan ratusan miliar dolar, dan mereka memiliki logam tanah jarang yang luar biasa. Saya ingin memastikan keamanannya," katanya.
Baca Juga: Gugun Gondrong Balik Semangat Usai Sembuh dari Tumor Otak, Disambut Hangat Teman dan Keluarga
Selain itu, Trump menegaskan bahwa ia masih berupaya menghentikan konflik yang telah berlangsung lama antara Rusia dan Ukraina. Ia menyatakan,
"Kami telah membuat banyak kemajuan terkait Rusia, Ukraina. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kami akan menghentikan perang yang tidak masuk akal ini."
Baca Juga: Dokter Reza Gladys Laporkan Selebritas NM ke Polisi, Diduga Terkait UU ITE dan Pencucian Uang
Kesepakatan ini menunjukkan ketegasan Trump dalam mencari solusi jangka panjang terhadap perang Rusia-Ukraina, sembari memastikan bahwa AS mendapat manfaat strategis dari sumber daya penting yang ada di Ukraina.