INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan tidak hanya mendapat banyak dukungan tetapi juga ada pihak-pihak yang memberikan kritik.
Sebelum program MBG dijalankan, program ini digadang-gadang bisa membantu UMKM masyarakat.
Program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Hukum Perkuat Kerja Sama, Beri Jaminan Sosial Non ASN
Tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, terutama bagi pelaku UMKM.
Melalui program ini, pemerintah menggandeng UMKM lokal untuk menyediakan bahan makanan yang bergizi dan terjangkau.
Ini memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar mereka, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Baca Juga: Seorang Oknum Polisi Muda Dievaluasi Propam Usai Video Viral Dirinya Bermain Sirine Sambil Tertawa
Dengan melibatkan UMKM dalam pengadaan makanan bergizi, pemerintah juga membantu mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan daya saing usaha kecil di tingkat nasional.
Tapi menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), MBG justru tidak mendorong UMKM.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (25/1/2025), Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menilai terdapat banyak kekurangan pada program MBG.
Baca Juga: UKT Perguruan Tinggi Terus Naik, DPR Usul Kampus Kelola Tambang untuk Ringankan UKT?
Diantaranya adalah mengenai transparansi, inefisiensi logistik, dan sentralistik pengelolaan MBG.