INSIBERNEWS - Bencana banjir yang melanda berbagai kawasan di Jawa Tengah (Jateng), kini tengah menyita perhatian publik.
Luapan air yang tinggi membuat aktivitas warga setempat terganggu hingga berdampak hingga ke pelosok desa di kabupaten dan kota di Jateng.
Seperti banjir yang terjadi di Kabupaten Grobogan, yang kini telah merendam 7 desa di sekitarnya. Selain itu, ruas jalan utama di Grobogan pun terendam banjir, seperti di Jalan R. Suprapto, Untung Suropati, dan Hayam Wuruk.
Baca Juga: Tuai Sorotan Publik, Elon Musk Melakukan Gaya Ala Nazi di Pelantikan Donald Trump
Diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto bahwa banjir bandang di Grobogan disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya tiga sungai utama, yakni Sungai Lusi, Serang, dan Tuntang.
"Sungai yang tidak mampu menampung debit air kemudian meluap dan mengakibatkan banjir di Grobogan," tutur Wahyu kepada wartawan di Purwodadi, Grobogan, pada Selasa, 21 Januari 2025.
Selain merendam rumah warga, bencana banjir bandang di Jateng juga membuat Jembatan kali Belo Tersono di Kabupaten Batang putus total, pada Senin, 20 Januari 2025.
Baca Juga: Sindikat Penjualan Bayi Terbongkar di Pekanbaru, Libatkan Bidan dan Malaysia
Jembatan itu merupakan akses utama sebagai penghubung Desa Pujut ke Kecamatan Tersono, Batang.
Selain di Grobogan dan Batang, Kabupaten Kendal pun terendam banjir akibat Tanggul Kali Bodri yang jebol, pada Selasa, 21 Januari 2025.
Tanggul yang jebol itu menyebabkan rumah-rumah warga di 23 desa yang tersebar di 4 kecamatan wilayah Kendal terendam banjir.
Baca Juga: Sidang Praperadilan Hasto Kristiyanto Ditunda, KPK Tak Hadir
Desa-desa yang terendam banjir meliputi Desa Puguh, Margomulyo dan Dawungsari.
Warga setempat mengungkap, banjir dengan arus air yang deras telah merata di kawasan pemukiman hingga mengakibatkan mereka untuk mengungsi sementara ke tempat yang aman.