INSIBERNEWS - Satryo Soemantri Brodjonegoro dilantik sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Kabinet Merah pada 20 Oktober 2024.
Pria kelahiran 5 Januari 1956 ini memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik dan riset, yang membuat namanya sangat dikenal di kalangan ilmuwan.
Sebelum dipercaya mengisi posisi menteri, Satryo dikenal sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan memiliki kontribusi besar dalam dunia riset dan pendidikan.
Satryo adalah anak dari Soemantri Brodjonegoro, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1973. Ia meraih gelar doktor di bidang Teknik Mesin dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1985. Kepakarannya dalam bidang teknik mesin dan kontribusinya dalam dunia ilmiah diakui luas.
Di AIPI, Satryo tercatat memiliki lebih dari 99 publikasi ilmiah. Pada tahun 1992, ia diangkat sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Kontribusinya di bidang pendidikan tinggi semakin kuat ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi selama periode 1999-2007, yang menjadi awal karier pemerintahannya.
Satryo juga dikenal dengan sejumlah penghargaan bergengsi yang diterimanya. Salah satunya adalah Bintang Jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon, yang dianugerahkan oleh pemerintah Jepang. Penghargaan tersebut diberikan atas jasanya dalam meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan antara Indonesia dan Jepang, baik di sisi pemerintah maupun akademik.
Dengan latar belakang yang kuat di dunia riset dan pendidikan, Satryo Soemantri Brodjonegoro kini memegang peran penting dalam pengembangan sektor pendidikan tinggi dan teknologi di Indonesia.