news

Kritik Pedas Zulhas: BRIN Tidak Fokus pada Bibit Unggul, Lebih Fokus Riset Moderasi Agama, Sektor Pangan Kian Tertinggal dari Negara Tetangga!

Senin, 20 Januari 2025 | 10:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) : BRIN Lebih Fokus Riset Moderasi Agama, Pangan Jadi Tertinggal (Polri)

INSIBERNEWS - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melontarkan kritik keras kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurut Zulhas, BRIN lebih sering sibuk meneliti isu moderasi beragama daripada berfokus pada pengembangan bibit unggul untuk pertanian.

“Kita butuh bibit padi, jagung, sawit, kedelai, bukan penelitian nasab. Jadi begitu tertinggal,” ujar Zulhas dengan nada kesal.

Ia juga menyebut kurangnya inovasi di sektor pertanian membuat Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Zulhas menilai bahwa kurangnya pengembangan bibit unggul berdampak langsung pada merosotnya produksi beras nasional.

 Baca Juga: Pemerintah Jepang Tawarkan Rp504 Juta untuk Tinggal di Desa, Dapat Rumah Tradisional di Jepang, Begini Peluang Hidup Nyaman di Pedesaan Negeri Sakura

Visi Besar Prabowo untuk Swasembada Pangan
Dalam visinya, Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama. Ia berkomitmen untuk membawa Indonesia menuju ketahanan pangan melalui inovasi, investasi, dan reformasi kebijakan.

Berikut adalah langkah konkret yang digagas Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan:

  1. Modernisasi Infrastruktur Pertanian
    Prabowo berencana membangun jaringan irigasi, embung, dan akses jalan ke lahan pertanian. Infrastruktur yang terintegrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas para petani.
  2. Akses Teknologi Modern
    Petani akan diberikan akses mudah terhadap alat mesin pertanian (alsintan) dan bibit unggul untuk menunjang hasil panen yang lebih maksimal.
  3. Perlindungan Petani
    Prabowo menjamin perlindungan petani melalui subsidi pupuk, stabilisasi harga, dan penyediaan asuransi pertanian. Ia juga berkomitmen mereformasi kebijakan agraria agar petani kecil memiliki akses lahan yang lebih adil.
  4. Diversifikasi Pangan
    Selain beras, sumber pangan lokal seperti sagu, jagung, ubi kayu, dan sorgum akan didorong sebagai alternatif. Langkah ini sekaligus melestarikan tradisi pangan lokal yang kaya gizi.
  5. Investasi Riset dan Teknologi
    Penelitian untuk menciptakan bibit unggul dan teknologi ramah lingkungan menjadi prioritas. Pemerintahannya juga berencana memanfaatkan teknologi digital, seperti drone dan aplikasi berbasis data, untuk memantau hasil panen dan distribusi pangan secara efisien.

 Baca Juga: Vietnam Jadi Raja Baru Pasar Durian Global, Raup Rp53,8 Triliun di 2024! Indonesia Tertinggal Jauh, Apa Penyebabnya?

Kritik yang Menohok dan Tantangan untuk BRIN

Kritik Zulhas terhadap BRIN mencerminkan keresahan terhadap sektor pertanian Indonesia yang membutuhkan perhatian lebih. Di sisi lain, visi besar Prabowo memberikan harapan baru untuk membawa Indonesia menuju swasembada pangan.

Namun, tantangan utama terletak pada eksekusi kebijakan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat petani menjadi kunci keberhasilan. Akankah visi ini terwujud? Waktu yang akan menjawab!

 

Tags

Terkini