INSIBERNEWS - Donald Trump akan segera dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat menggantikan Joe Biden.
Sebagai presiden terpilih, Donald Trump menjanjikan pemerintah Amerika akan menyimpan 100 persen Bitcoin mereka.
Tidak hanya berjanji tidak akan menjual Bitcoin tersebut, bahkan Donald Trump juga akan menambah aset Bitcoin yang dimilikinya.
Baca Juga: Vietnam Sukses Budidaya Lobster Karena Indonesia Berkali-kali Gagal Cegah Ekspor Benih
Bitcoin dan kripto adalah dua istilah yang sering dikaitkan dalam dunia keuangan digital saat ini.
Bitcoin, yang diperkenalkan oleh seseorang atau kelompok dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.
Yang merupakan cryptocurrency pertama yang menggunakan teknologi blockchain untuk memfasilitasi transaksi yang aman dan transparan tanpa melibatkan pihak ketiga seperti bank.
Baca Juga: Inovasi Baru! Tilang Elektronik Kini Dikirim Lewat WhatsApp, Lebih Cepat dan Efisien
Bitcoin bekerja dengan sistem desentralisasi, di mana transaksi diverifikasi oleh jaringan pengguna melalui proses yang disebut mining.
Cryptocurrency atau kripto adalah jenis mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk mengamankan transaksi.
Bitcoin hanyalah salah satu dari ribuan jenis kripto yang ada di pasar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Berkantor di IKN pada 17 Agustus 2028, Era Baru Dimulai!
Seiring waktu, banyak kripto lain yang muncul, seperti Ethereum, Ripple, Litecoin, dan banyak lagi, masing-masing dengan fitur dan kegunaan yang berbeda.
Ethereum, misalnya, menawarkan kemampuan untuk menjalankan kontrak pintar (smart contracts), yang memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps).