INSIBERNEWS - Negosiasi investasi Apple di Indonesia tampaknya masih menemui jalan buntu. Meskipun tim dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini sudah datang langsung untuk berdialog dengan pemerintah, belum ada kesepakatan konkret yang menandakan Apple siap membangun pabrik di tanah air.
Baca Juga: 8 Inspirasi Ruang Tamu Minimalis Terbuka yang Cocok untuk Semua Gaya Rumah! Tampil Modern dan Elegan
Dyah Ayu Febriani, Peneliti Ekonomi Digital dari Celios, mengungkapkan bahwa salah satu kendala terbesar adalah kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Menurutnya, Human Capital Index (HCI) Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
Hal ini membuat Apple berpikir ulang untuk mengucurkan investasi besar di sektor teknologi di Indonesia.
"Selain regulasi, pemerintah juga harus serius memperhatikan pemberdayaan SDM melalui insentif fiskal dan non-fiskal," ujar Dyah, Minggu (12/1/2025).
Dyah juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kemajuan teknologi. Ia menyarankan agar pemerintah tak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga menyediakan pelatihan teknologi tingkat lanjut.
"Kita perlu memperlengkapi masyarakat dengan pelatihan teknologi mutakhir yang relevan dengan standar Apple, sehingga SDM kita siap menghadapi tantangan industri global," tambahnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus, dan Gemini Hari Ini, Sabtu, 18 Januari 2025
Ketua Umum Indonesian Digital Empowerment Community (IDEC), M. Tesar Sandikapura, sependapat bahwa kompetensi SDM Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Ia menyebut bahwa teknologi super canggih yang dibawa Apple membutuhkan tenaga kerja dengan skill mumpuni yang saat ini masih sulit ditemukan di Indonesia.