INSIBERNEWS - Dalam satu tahun terakhir, Jepang mengalami fenomena over-tourism.
Hal ini terjadi karena saat ini mata uang Yen sedang melemah dan membawa keuntungan bagi wisatawan internasional.
Mata uang Yen sedang melemah hingga ke level terendah Jepang sejak 1986.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan Diungkap Shin Tae Yong Sebelum Dipecat sebagai Pelatih Timnas oleh PSSI
Kondisi lemahnya mata uang Yen ini disampaikan oleh Komisaris Badan Pariwisata Jepang.
Over tourism yang dialami oleh Jepang merupakan sebuah kondisi di mana jumlah wisatawan asing yang berkunjung jauh melebihi kapasitas yang dapat ditampung oleh infrastruktur dan sumber daya lokal.
Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan ini adalah pelemahan nilai mata uang yen terhadap dolar AS dan mata uang lainnya.
Baca Juga: Joe Biden Sampaikan Bahwa Para Sandera Palestina akan Segera Dibebaskan oleh Israel
Tempat-tempat seperti Kuil Kinkaku-ji di Kyoto atau kawasan Shibuya di Tokyo yang terkenal dengan keramaian, kini semakin sesak.
Infrastruktur transportasi seperti kereta api dan bus juga mengalami overload, membuat perjalanan wisata terasa tidak nyaman.
Selain itu, over-tourism juga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal.
Baca Juga: Merespon Usulan DPD Soal Makan Bergizi Gratis yang Dibiayai dari Zakat, Istana: Memalukan!
Pemerintah Jepang kini menghadapi tantangan besar untuk mengelola dampak over-tourism ini.