INSIBERNEWS - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bunga Raya Complex, Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS).
Kedatangan Presiden disambut hangat oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Indera Hermono, dan Atase Pertahanan RI, Brigadir Jenderal Winarno.
Dalam kunjungan pribadi ini, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, untuk membahas langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Agenda Pertemuan dan Santap Siang Bersama
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk saling bertukar pandangan terkait kondisi global dan hubungan Indonesia-Malaysia.
"Rencananya Bapak Presiden akan bertemu PM Malaysia. Nanti kedua pemimpin akan makan siang bersama dan tentunya saling bertukar pikiran, baik terkait kondisi global maupun hubungan kedua negara," ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya.
Lanjutan Pertemuan Sebelumnya
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari hubungan baik kedua pemimpin yang terakhir kali bertemu pada Oktober 2024 di Jakarta. Saat itu, PM Anwar hadir langsung untuk memberikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden Prabowo di Gedung MPR/DPR/DPD RI.
Keberangkatan Presiden dari Jakarta
Presiden Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 07.00 WIB. Dalam perjalanan menuju Malaysia, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Simbol Kerja Sama Erat
Kunjungan ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus menjaga hubungan baik yang telah terjalin lama.
Dengan latar belakang kondisi global yang dinamis, kerja sama yang erat antara Indonesia dan Malaysia menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan di kawasan.
Semoga hasil dari pertemuan ini membawa manfaat yang nyata bagi kedua negara dan memperkuat persaudaraan antara rakyat Indonesia dan Malaysia.