news

Gempa M7,1 Guncang Tibet, 36 Korban Dilaporkan Tewas

Selasa, 7 Januari 2025 | 12:28 WIB
Gempa M7,1 Guncang Tibet, Puluhan Korban Jiwa Dilaporkan (Foto : X/@cool_crusader)

INSIBERNEWS - Tibet diguncang gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo pada Selasa pagi (7/1/2025), menelan sedikitnya 36 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan parah di wilayah tersebut.

Media lokal Nanfang Ribao, mengutip data terbaru, juga melaporkan 38 orang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius.

Baca Juga: Megawati Siap Bela Hasto Kristiyanto dalam Polemik dengan KPK

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di Shigatse, kota terbesar kedua di Tibet, dengan kedalaman 10 kilometer.

Namun, Pusat Jaringan Gempa Bumi China mencatat kekuatan gempa sedikit lebih rendah, yakni 6,8 magnitudo. Guncangan pertama tercatat pada pukul 09.05 waktu setempat, diikuti oleh sejumlah gempa susulan yang memperparah kerusakan, terutama di area sekitar Shigatse.

Baca Juga: Tiga Oknum TNI AL Ditetapkan Tersangka Kasus Penembakan di Rest Area Tol Tangerang-Merak

Sejumlah bangunan dilaporkan roboh, dan para warga dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Stasiun televisi CCTV melaporkan bahwa jarak episentrum gempa hanya sekitar lima kilometer dari pemukiman terdekat, yang semakin memperparah dampak bencana.

Selain di Tibet, guncangan juga terasa hingga ke Lhasa dan Kathmandu, Nepal. Di Kathmandu, kepanikan melanda warga yang berhamburan ke jalan, meskipun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dari ibu kota Nepal.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 5.000 Kepala SPPG untuk Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis di 2025

Menurut laporan Xinhua, gempa terjadi di pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia, area yang dikenal sebagai zona gempa aktif di dunia. Wilayah ini berada di ketinggian rata-rata 4.200 meter di atas permukaan laut.

Dalam satu abad terakhir, area tersebut telah mengalami lebih dari 10 gempa bumi besar dengan kekuatan di atas 6,0 magnitudo, termasuk gempa kali ini.

Baca Juga: Kim Jong Un Larang Warganya Makan Hotdog, Simbol Penolakan Budaya Barat di Korea Utara

Pihak berwenang setempat bersama tim penyelamat terus bekerja untuk mengevakuasi korban dan memberikan bantuan darurat. Namun, akses ke beberapa wilayah terdampak sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur dan medan yang berat.

Upaya rehabilitasi diperkirakan membutuhkan waktu yang lama mengingat skala kerusakan yang meluas.

Tags

Terkini