INSIBERNEWS - Mulai Januari 2025, Brasil secara resmi memegang tongkat estafet kepemimpinan BRICS, menggantikan Rusia yang menjadi ketua sepanjang 2024.
Dengan agenda ambisius, Brasil berencana mengarahkan aliansi ekonomi ini ke arah kerja sama yang lebih erat, khususnya di antara negara-negara berkembang.
Baca Juga: iPhone 16 Tak Bisa Masuk, Apple Rekrut Pegawai yang Miliki Pengaruh Kuat Soal Regulasi Indonesia
Pemerintah Brasil menyatakan bahwa BRICS adalah salah satu forum penting bagi negara-negara Global Selatan. Sebagai wadah politik dan diplomasi, kelompok ini menjadi platform untuk membahas berbagai isu lintas sektor.
Tahun depan, Brasil menargetkan penguatan hubungan perdagangan antaranggota BRICS, sekaligus mendorong pengembangan sistem pembayaran baru yang lebih efisien dan independen dari dominasi mata uang tertentu.
Saat ini, BRICS telah berkembang menjadi aliansi sembilan negara, termasuk Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Iran, dan Ethiopia.
Tidak hanya itu, kelompok ini juga memperluas pengaruhnya dengan mengumumkan sembilan mitra strategis baru seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Kazakhstan, Uzbekistan, Belarus, Bolivia, Kuba, dan Uganda.
Baca Juga: Bikin Penasaran! Netflix Resmi Rilis Poster Squid Game 3 yang Siap Tayang Tahun 2025!
Dengan tambahan mitra ini, Brasil melihat peluang besar untuk menciptakan konektivitas yang lebih luas di sektor ekonomi dan diplomasi.
Sebagai pemimpin BRICS, Brasil juga menggarisbawahi pentingnya reformasi tata kelola dunia.
Baca Juga: Sempat Viral, Rumor Munculnya Leonardo DiCaprio Dalam Squid Game 3 Dibantah Netflix!
Agenda ini diyakini akan membuka jalan bagi keseimbangan kekuasaan yang lebih adil, khususnya bagi negara-negara berkembang yang selama ini kurang terwakili di panggung global.
Upaya Brasil untuk membawa anggotanya berdiri sejajar dengan negara maju pun semakin diperkuat dengan semangat solidaritas.