news

Program Makan Bergizi Gratis: Anggaran Rp71 Triliun Dinilai Belum Cukup

Selasa, 31 Desember 2024 | 12:47 WIB
Program Makan Bergizi Gratis: Anggaran Rp71 Triliun Dinilai Belum Cukup (Photo : gizi.uad.ac.id)

INSIBERNEWS – Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, memberikan pandangannya terkait anggaran yang dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun pertama yang mencapai Rp71 triliun.

Media Wahyudi menilai, anggaran tersebut masih belum memadai jika dilihat dari cakupan target yang ingin dijangkau, yakni sekitar 19,47 juta orang.

Baca Juga: Prabowo Minta Jaksa Banding Vonis Harvey Moeis Jadi 50 Tahun Penjara, Begini Kata Kejagung

Dalam acara peluncuran laporan bertajuk Makan Bergizi Gratis: Polemik Skema Penyaluran MBG pada Senin (30/12/2024), Media Wahyudi menyebutkan bahwa meski besar, anggaran tersebut terlihat sangat terbatas.

“Anggaran Rp71 triliun ini memang untuk menjangkau hampir 20 juta orang, namun jika dibandingkan dengan besarnya kebutuhan program ini, nominal tersebut sangat terasa kurang,” ujarnya.

Baca Juga: Jokowi Bantah Isu Tiga Periode: Jangan Ada Framing Jahat

Lebih lanjut, Media Wahyudi mengkritisi alokasi anggaran per porsi makanan bergizi yang ditetapkan sebesar Rp10.000.

Menurutnya, angka tersebut terlalu rendah dan belum mencakup berbagai elemen yang mendukung kesuksesan program, seperti pembangunan ekosistem penyediaan makanan bergizi yang memadai.

Baca Juga: Wacana Libur Sekolah Selama Ramadan 2025 Mulai Mencuat, Wakil Menag Angkat Bicara

“Dengan alokasi Rp10.000 per porsi, kita harus mempertanyakan bagaimana ekosistem untuk mendukung program ini dapat berfungsi dengan baik,” ungkapnya.

Media Wahyudi juga menyampaikan kekhawatiran terkait mekanisme distribusi makanan yang belum jelas.

Baca Juga: Presiden Dimakzulkan, Korea Selatan Keluarkan Surat Penangkapan untuk Yoon Suk Yeol

Ia menyoroti ketidakjelasan mengenai siapa yang akan bertanggung jawab dalam penyaluran makanan, baik itu dapur umum, sekolah dengan kantin yang ada, atau pihak lainnya.

"Masih belum ada gambaran yang jelas tentang bagaimana biaya logistik dan operasional akan dikelola. Ini menjadi penting untuk memastikan program berjalan dengan efektif," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini