INSIBERNEWS – Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Jabalia, Jalur Gaza utara, kembali menjadi sasaran dalam eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Menurut laporan saksi mata pada Selasa (24/12/2024), pasukan Israel mengepung rumah sakit tersebut sambil melancarkan tembakan gencar di sekitar fasilitas medis itu.
Baca Juga: Targetkan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Sebesar 300 Triliun, Pemerintah Harapkan Perluasan UMKM
Para saksi menyebutkan, situasi semakin mencekam ketika tentara Israel memerintahkan seluruh staf medis, pasien, dan warga sipil yang mengungsi di rumah sakit untuk meninggalkan bangunan.
Mereka diarahkan menuju Kota Gaza, meskipun kondisi di lapangan jauh dari kata aman.
"Tentara memaksa semua orang keluar dari rumah sakit di tengah situasi yang sangat berbahaya," ungkap seorang saksi yang tak mau disebutkan namanya.
Baca Juga: Bus Ziarah Kecelakaan di Tol Cipularang, Dua Orang Meninggal Dunia
Tak hanya Rumah Sakit Indonesia, fasilitas kesehatan lainnya juga menjadi target serangan. Sebuah peluru artileri dilaporkan menghantam Rumah Sakit Al-Awda di daerah Tel al-Zaatar, Jabalia.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah, dan situasi di sekitar rumah sakit semakin sulit untuk dikendalikan.
Baca Juga: PDIP Pertanyakan Pencekalan Hasto dan Yasonna, Ingatkan KPK Tetap Profesional
Sebelumnya, pihak administrasi Rumah Sakit Indonesia telah mengeluarkan peringatan mengenai serangan udara yang intens di kawasan itu.
Serangan tersebut bahkan menyebabkan beberapa titik kebakaran di sekitar rumah sakit, menambah ancaman bagi keselamatan para pasien, staf, dan warga sipil yang berlindung di sana.
Baca Juga: Tak Sama, Rusia Baru Akan Merayakan Natal Pada Bulan Januari, Yuk Cari Tahu Alasannya!
Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang semakin memanas di Gaza. Komunitas internasional kembali mendesak agar pihak-pihak yang bertikai menghormati hukum humaniter internasional, khususnya perlindungan terhadap fasilitas kesehatan.