INSIBERNEWS - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap keresahannya terkait maraknya peredaran pupuk palsu yang merugikan petani di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa praktik ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kelangsungan hidup para petani dan keluarganya.
Berdasarkan data, nilai kerugian akibat pupuk palsu ini mencapai angka fantastis, yakni Rp3,2 triliun.
“Kami mencatat ada 27 perusahaan yang terlibat dalam produksi pupuk palsu, dan empat di antaranya sudah kami serahkan ke aparat penegak hukum,” ujar Amran saat menyampaikan keterangannya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (16/12/2024).
Baca Juga: Ini Jadwal dan Link Streaming BRI Liga 1 2024-2025 Hari Ini 17 Desember 2024
Ia menambahkan bahwa distribusi pupuk ilegal ini berdampak langsung pada sekitar 100 ribu petani, yang jika dihitung bersama keluarganya, menyentuh hingga 400 ribu jiwa yang terkena dampak.
Sebagai langkah nyata untuk mengatasi persoalan ini, Amran mengadakan pertemuan dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Amran meminta Kejaksaan Agung mengawasi dengan lebih ketat distribusi alat produksi pertanian, termasuk penyaluran pupuk bersubsidi.
Baca Juga: Sukses Dampingi Pramono Anung, Segini Harta Kekayaan yang Dimiliki Rano Karno
Ia berharap penegakan hukum yang tegas dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.
“Mereka harus dihukum seberat-beratnya karena tindakan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga memukul kesejahteraan petani kita,” tegasnya.