news

Jatuhnya Rezim Assad: Pukulan Telak bagi Geopolitik Rusia di Timur Tengah

Selasa, 10 Desember 2024 | 17:37 WIB
Jatuhnya Rezim Assad: Pukulan Telak bagi Geopolitik Rusia di Timur Tengah (Foto :X/Twitter)

INSIBERNEWS - Kepergian Presiden Suriah Bashar al-Assad dari negaranya setelah jatuhnya rezim yang ia pimpin dianggap sebagai pukulan berat bagi kepentingan geopolitik Rusia di kawasan Timur Tengah.

Selama bertahun-tahun, Moskow telah menginvestasikan dana besar serta sumber daya militer untuk mempertahankan kekuasaan Assad, menjadikannya salah satu sekutu utama Kremlin di kawasan tersebut.

Baca Juga: Kemarahan Dunia Arab Mencuat Akibat Invasi Militer Israel ke Suriah

Menurut laporan media pro-Kremlin, Assad kini berada di Rusia dengan status suaka politik. Kondisi ini membuat Rusia menghadapi risiko besar kehilangan pijakan strategisnya di kawasan, terutama pangkalan Angkatan Laut di Tartus.

Pangkalan ini selama ini berperan penting dalam memberikan akses Rusia ke Laut Mediterania, wilayah yang dianggap strategis karena kedekatannya dengan perbatasan selatan NATO.

Baca Juga: Siapa Pemenang Pilgub Jabar 2024, Simak KPU Jabar Tetapkan Resmi Hasil Perolehan Suara Empat Paslon, Ini Hasilnya

Edward Lucas, peneliti senior di Center for European Policy Analysis (CPA), menilai bahwa kehilangan pengaruh di Suriah akan sangat merugikan posisi Rusia di Laut Mediterania dan Atlantik.

"Tartus adalah titik kunci untuk kehadiran Rusia di Mediterania. Jika hilang, itu akan menjadi kemunduran besar bagi strategi militer dan geopolitik Kremlin," kata Lucas.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Langkah Besar: IKN Jadi Ibu Kota Politik Mulai 2028

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Robert Murrett, Wakil Laksamana AS yang kini menjadi pengamat di Institut Kebijakan Keamanan dan Hukum Universitas Syracuse.

Menurutnya, jatuhnya rezim Assad tidak hanya merusak prestise Rusia di Timur Tengah, tetapi juga mempersempit opsi mereka untuk mempertahankan pengaruh militer di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pj Bupati Purwakarta Buka Resmi Acara Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 2024

"Suriah adalah pusat gravitasi bagi operasi Angkatan Laut Rusia di Mediterania. Kehilangan ini akan membuat Rusia sulit untuk mempertahankan pengaruh mereka di sana, apalagi dengan pemerintahan baru yang mungkin kurang bersahabat," ujar Murrett.

Baca Juga: Pemkab Purwakarta Gelar Kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyusunan Produk Hukum Daerah

Halaman:

Tags

Terkini