INSIBERNEWS - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Jalanan menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Senin (9/12/2024), menyuarakan dukungan untuk Miftah Miftahul Huda agar tetap menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menolak permohonan pengunduran diri yang diajukan Miftah, yang dianggap telah memberikan kontribusi besar dalam dakwah dan pemeliharaan kerukunan antar umat beragama.
Baca Juga: Renault Siap Hadirkan Desain Baru untuk Kendaraan Masa Depan, Tinggalkan SUV
"Kami meminta dengan hormat agar Gus Miftah tetap memegang jabatannya, karena dia telah banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui dakwahnya. Kami juga berharap Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kembali keputusan ini," ungkap Indra Ika Putra, salah satu koordinator aksi dari Laskar Jogja, di hadapan massa yang hadir.
Baca Juga: Kritik Tajam Untuk Pemerintahan Yoon Suk Yeol: Tuduhan Kudeta Kedua dan Ketidakpatuhan Konstitusi
Aksi ini juga terkait dengan kontroversi yang melibatkan Miftah dan seorang pedagang es teh, Sunhaji.
Insiden yang sempat viral ini memicu kritik publik, namun Miftah segera memberikan permintaan maaf secara terbuka dan bahkan mengumrahkan Sunhaji beserta keluarganya sebagai langkah pertanggungjawaban.
Baca Juga: Joe Biden Sambut Lengsernya Bashar Assad, Namun Ingatkan Tentang Risiko Keamanan di Suriah
Miftah sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri setelah merenung dan berdoa melalui istikharah, menyusul sorotan tajam yang diterimanya atas insiden tersebut.
Para pendukung Miftah menilai bahwa insiden tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk menurunkan Miftah dari jabatannya, mengingat kontribusinya yang besar dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 22 Warga Palestina, Termasuk Anak-anak dan Perempuan
Mereka berharap presiden dapat menilai secara bijaksana, mempertimbangkan niat baik Miftah dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, dan tidak terpengaruh oleh opini negatif yang berkembang di masyarakat.
Miftah, yang dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berdakwah dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, telah menerima tekanan terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Bendera Baru Suriah Menggantikan Simbol Rezim Assad, Menandai Era Baru Bagi Negeri ini