INSIBERNEWS - Tingginya angka golput pada Pilkada Jakarta 2024 cukup mengejutkan.
Karena angka golput Pilkada Jakarta 2024 merupakan golput yang paling tinggi sejak 2007.
Mengingat angka golput Pilkada Jakarta menyentuh 40%, KPU memberi perhatian khusus pada fenomena ini.
Dilansir dari akun Instagram @narasinewsroom Ketua KPU Jakarta Wahyu Dinata mengungkapkan memang ada kerenggangan pemilih di sejumlah TPS di jakarta pada Pilkada 2024 lalu.
“Memang menurut pemantauan kami, alur pemilih di TPS agak renggang. Ya, tapi kami belum tahu angka pastinya,” ujar Wahyu Dinata.
Selain itu KPU Jakarta juga menegaskan akan melakukan pembenahan apabila memang terdapat penurunan partisipasi dari pemilih.
“Tentu saja kami akan melakukan evaluasi kalau memang ada penurunan tingkat partisipasi,” ungkap Wahyu Dinata.
Penanganan tingginya angka golput (golongan putih) dalam Pilkada Jakarta 2024 dinilai penting dan perlu mendapat perhatian serius.
Golput merujuk pada pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, baik dengan tidak memilih sama sekali atau memilih untuk mencoblos surat suara tanpa memilih kandidat.
Tingginya angka golput bisa mencerminkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi atau kandidat yang tersedia, yang pada gilirannya dapat mengurangi legitimasi hasil Pilkada.