news

Korea Utara Kirim Pasukan ke Rusia untuk Bergabung dalam Perang Ukraina: NATO dan AS Keluarkan Peringatan

Jumat, 29 November 2024 | 11:28 WIB
Korea Utara Kirim Pasukan ke Rusia: NATO dan AS Beri Peringatan Keras (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Kehadiran pasukan Korea Utara di Rusia untuk bergabung dalam perang Ukraina telah memicu kekhawatiran besar di tingkat internasional.

NATO mengonfirmasi laporan mengenai penempatan pasukan Korea Utara di wilayah Rusia, yang dianggap sebagai perkembangan yang "sangat berbahaya" dan berpotensi meningkatkan eskalasi konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini.

Pasukan Korea Utara Dikerahkan ke Wilayah Rusia

Menurut laporan Dinas Intelijen Militer Ukraina, hingga 12.000 tentara Korea Utara telah dikirim ke Rusia untuk berlatih dan bergabung dalam pertempuran di Ukraina.

Pasukan ini telah ditempatkan di wilayah Kursk, Rusia, yang terletak dekat dengan perbatasan Ukraina. Pada 23/10/2024, pasukan pertama yang dilatih di timur Rusia tercatat sudah berada di zona pertempuran di Ukraina.

Kehadiran pasukan Korea Utara ini semakin memperkuat hubungan militer yang berkembang antara Moskow dan Pyongyang.

 Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen Tak Masalah Asalkan Upah Buruh Naik 20 Persen, Kata Mirah Sumirat

Reaksi NATO dan AS

NATO menanggapi perkembangan ini dengan kecemasan. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa peningkatan kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara merupakan ancaman bagi keamanan tidak hanya Eropa tetapi juga kawasan Indo-Pasifik.

Rutte menggambarkan penempatan pasukan Korea Utara sebagai tanda dari "keputusasaan" Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menurutnya semakin kesulitan mempertahankan serangannya terhadap Ukraina tanpa dukungan eksternal.

"Lebih dari 600.000 tentara Rusia telah terbunuh atau terluka dalam perang Putin, dan dia tidak mampu mempertahankan serangannya terhadap Ukraina tanpa dukungan asing," kata Rutte dalam sebuah konferensi pers.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, juga menganggap langkah ini sebagai "sangat berbahaya," dengan menyatakan bahwa situasi ini meningkatkan ketegangan global.

Sementara itu, juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, mengatakan bahwa pasukan Korea Utara kemungkinan besar akan segera terlibat langsung di garis depan di Ukraina dalam waktu dekat, terutama di wilayah Kursk yang dekat dengan perbatasan Ukraina.

"Jika kita melihat pasukan DPRK (Korea Utara) bergerak ke garis depan, mereka adalah pihak yang berperang bersama Rusia.

Ini adalah perhitungan yang harus dilakukan oleh Korea Utara," kata Singh. "Kami khawatir bahwa Rusia berniat menggunakan pasukan tersebut dalam pertempuran atau untuk mendukung operasi tempur melawan pasukan Ukraina di wilayah Oblast Kursk," tambahnya.

 Baca Juga: Ukraina Tembakkan Rudal Buatan AS ke Rusia, Putin Siap Tanggapi Serangan dengan Nuklir?

Halaman:

Tags

Terkini