INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kendaraan ojek online (ojol) tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar.
Hal ini, menurut Bahlil, sesuai dengan tujuan subsidi yang hanya diberikan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Baca Juga: Berikut Daftar Kasus Kekerasan oleh Oknum Polisi per Juli 2023 hingga Juni 2024
“Kalau untuk usaha seperti ojek online, ya tidak disubsidi. Masa usaha disubsidi?” ungkap Bahlil saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Rabu (27/11/2024).
Ia menjelaskan bahwa subsidi BBM dirancang untuk membantu masyarakat umum, khususnya pengguna kendaraan pribadi berkapasitas kecil atau angkutan umum resmi.
Kendaraan yang digunakan untuk kepentingan komersial, menurutnya, tidak termasuk dalam prioritas subsidi tersebut.
Baca Juga: Teman Dekat Siswa SMK yang Tewas Akibat Tembakan Polisi Ungkap Korban Tak Mungkin Terlibat Tawuran
Bahlil juga menyoroti fenomena kepemilikan kendaraan ojol. Ia mengungkapkan bahwa tidak semua pengemudi ojol adalah pemilik asli kendaraan yang mereka gunakan.
“Banyak motor ojol itu sebenarnya milik orang lain. Ada yang sengaja mempekerjakan saudara atau orang lain untuk membawa motor tersebut. Kalau begitu, bagaimana bisa dikategorikan sebagai penerima subsidi?” ujarnya.
Baca Juga: Kisruh Uang Donasi Tak Kunjung Kelar, Denny Sumargo Ambil Alih Uang Donasi Minta Pendapat Publik
Menurut Bahlil, subsidi harus diarahkan secara tepat agar tidak salah sasaran. Ia mencontohkan, jika subsidi diberikan untuk kendaraan usaha seperti ojol, hal itu justru bisa melenceng dari tujuan awalnya, yaitu membantu masyarakat dengan penghasilan rendah.
“Kita ingin subsidi ini adil, tepat sasaran. Kalau diberikan kepada kendaraan usaha, dampaknya bisa tidak merata,” tambahnya.
Baca Juga: Polisi Klaim Tembak Siswa SMK hingga Tewas Karena Tawuran, Satpam Ungkap Tak Ada Tawuran
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Bahlil mengajak semua pihak untuk bijak dalam memahami kebijakan subsidi. Ia berharap para pengemudi ojol dan pihak-pihak yang terlibat dalam usaha transportasi online bisa memahami kebijakan ini.