news

Rusia Luncurkan Rudal Balistik Antarbenua ke Ukraina: Eskalasi Bersejarah dalam Perang

Selasa, 26 November 2024 | 16:03 WIB
Rusia Gunakan Rudal Balistik Antarbenua: Eskalasi Perang Ukraina Bersejarah (Foto Ilustrasi ) (Image by Rozbooy from Pixabay)

INSIBERNEWS – Kamis, 21/11/2024, Ukraina mengungkapkan bahwa Rusia telah meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam serangan yang menargetkan infrastruktur penting di kota Dnipro, Ukraina.

Ini menandai eskalasi dramatis dalam konflik yang telah berlangsung selama 33 bulan, dengan penggunaan pertama yang diketahui dari senjata strategis yang dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan dirancang untuk menempuh jarak ribuan kilometer.

Serangan ini terjadi setelah Ukraina juga meluncurkan serangan-serangan besar ke wilayah Rusia, termasuk penggunaan rudal Storm Shadow Inggris yang menargetkan Kursk.

Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat, dan serangan dengan ICBM Rusia ini menunjukkan bahwa konflik kini memasuki fase yang lebih berbahaya, dengan ancaman langsung terhadap keselamatan dan stabilitas global.

 Baca Juga: Ketegangan di APEC: Taiwan dan Xi Jinping Hanya Lambaikan Tangan, Tidak Ada Jabat Tangan

Pertama Kalinya ICBM Digunakan dalam Perang

Penggunaan rudal balistik antarbenua dalam konflik ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah militer modern, jika klaim Ukraina terbukti benar.

ICBM seperti RS-26 Rubezh—yang dikenal memiliki jangkauan hingga 5.800 km biasanya digunakan dalam konteks nuklir strategis dan bukan untuk serangan konvensional.

RS-26 sendiri adalah rudal berbahan bakar padat yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir, dan telah dipamerkan oleh Rusia sebagai bagian dari kekuatan pencegah nuklirnya.

Namun, Ukraina tidak mengonfirmasi apakah rudal yang digunakan dalam serangan tersebut mengandung hulu ledak nuklir.

Apa yang jelas adalah bahwa Rusia kini mengembangkan taktik baru dengan memasukkan senjata-senjata strategis dalam konflik ini, yang sebelumnya tidak dipakai untuk serangan terhadap Ukraina.

 Baca Juga: Peretasan Canggih China Terungkap: Pejabat Gedung Putih Bertemu Eksekutif Telekomunikasi, Ada Apa?

Target Serangan: Dnipro dan Infrastruktur Sipil

Serangan tersebut menargetkan berbagai fasilitas industri di kota Dnipro, sebuah kota besar di Ukraina bagian tengah-timur.

Gubernur daerah setempat, Serhiy Lysak, melaporkan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan parah pada sebuah perusahaan industri dan memicu kebakaran.

Dua orang dilaporkan terluka, meskipun rincian lebih lanjut mengenai kerusakan belum dapat dipastikan.

Halaman:

Tags

Terkini