Tragedi ini membuat pemerintah Kabupaten Subang bergerak cepat. Penjabat (Pj) Bupati Subang, Imran, menyatakan kemarahannya atas insiden tersebut dan menegaskan sikap tegasnya terhadap kasus perundungan.
Kepala sekolah tempat ARO menimba ilmu langsung dinonaktifkan untuk memudahkan proses investigasi.
"Saya sudah berulang kali mengingatkan bahwa Subang tidak mentoleransi bullying. Jika ada kasus seperti ini, kepala sekolah akan saya nonaktifkan. Dan hari ini saya buktikan,” tegas Imran saat memberikan pernyataan di depan ruang jenazah RSUD Ciereng pada Selasa malam.
Baca Juga: Batal Sudah! Hakim Tolak Kasus Pemilu Trump 2020, Kemenangan Besar Bagi Presiden Terpilih!
Kasus ini menjadi pengingat pilu akan pentingnya upaya bersama untuk memberantas perundungan di sekolah.
Tidak hanya bagi pihak sekolah, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk memastikan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Duka mendalam menyelimuti keluarga ARO, yang kini kehilangan sosok anak ceria mereka.
Sementara itu, masyarakat berharap kasus ini diselidiki hingga tuntas untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Dengan insiden ini, pemerintah diharapkan semakin memperkuat langkah preventif dan edukasi mengenai bahaya perundungan. Keselamatan dan kesejahteraan anak-anak harus menjadi prioritas utama di lingkungan pendidikan.